Breaking News:

Cerita Haru Paskibra Pembawa Baki, Ayah Meninggal Saat Dirinya Latihan: Pesan Papa Buat Putri Kuat

Gadis 16 tahun ini dilanda dilema yang berat, antara mewujudkan mimpinya atau pulang ke Karimun untuk melihat jasad sang ayah yang telah merawatnya da

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
Putri Nur Azhima, asal SMA Negeri 2 Kabupaten Karimun yang membawa baki saat upacara Kemerdekaan Republik Indonesia di Pemprov. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Putri Nur Azhima pantas berbangga. Cita-citanya untuk bisa masuk dalam pasukan pengibar bendera (Paskibra) terwujud.

Bahkan, siswi SMA Negeri 2 Karimun ini terpilih sebagai membawa baki bendera Merah Putih saat upacara peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia di Pemprov Kepri, 17 Agustus lalu.

Namun, perjuangan Putri tidaklah mudah. Selain latihan berat yang harus dijalani dengan konsisten dan disiplin penuh, juga ada derai air mata yang bercampur bersama keringatnya.

Sang ayah meninggal dunia saat ia menjalani pendidikan dan latihan paskibra di Tanjungpinang.

Baca juga: Petugas Paskibra di Batam Wajib PCR, Peserta Upacara HUT RI Harus Tes Antigen

Baca juga: Calon Paskibra 2021 Jalani Pemusatan dan Pelatihan, Rudi Ingatkan Soal Prokes hingga Berjemur

Gadis 16 tahun ini dilanda dilema yang berat, antara mewujudkan mimpinya atau pulang ke Karimun untuk melihat jasad sang ayah yang telah merawatnya dari kecil hingga menjadi gadis remaja.

"Sejujurnya sedih dan masih tak percaya Papa meninggalkan Putri saat Putri berjuang. Tapi Putri juga bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang luar biasa menguatkan Putri," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Ia sangat terpukul, namun ia justru ingat akan pesan-pesan mendiang ayahnya.

Saat mendapatkan kepercayaan dan tanggung jawab, berikanlah yang terbaik.

"Kata-kata Papa itu selalu Putri ingat sehingga Putri tetap melanjutkan latihan. Putri harus menjadi anak yang membanggakan orangtua, seperti pesan Papa yang buat Putri kuat,” katanya.

Gadis kelahiran 24 Februari 2005 ini akhirnya bisa mengatasi tekanan psikologisnya.

Ia terus fokus berlatih bersama anggota Paskibra yang sudah menjadi saudara baginya selama menjalani karantina.

Putri menceritakan bagaimana perjuangan hingga terpilih manjadi anggota Paskibra.

Di Kabupaten Karimun, ada delapan orang yang lolos seleksi.

Sebelum ke Tanjungpinang, Putri harus menjalani pradiklat dulu di Karimun selama sebulan. Ia latihan di lapangan lingkungan Kantor Bupati Karimun.

Dari delapan orang itu, hanya lima orang yang kemudian dikirim ke Tanjungpinang, termasuk dirinya.

"Seleksinya panjang. Mulai dari sekolah, kabupaten, hingga provinsi. Alhamdulillah, Putri terpilih dan langsung berangkat tanggal 4 Agustus untuk diklat di Tanjungpinang," katanya.

Tak di pungkiri selama latihan banyak kesulitan yang dihadapi.

Namun hal itu tak membuatnya menyerah menjalani seluruh proses itu.

"Alhamdulillah, kami mendapat pelatih-pelatih yang luar biasa sehingga kita terus bersemangat,” katanya.

Lebih membanggakan, ia terpilih menjadi pembawa baki yang ia mimpikan sejak kecil.

Baginya hal itu sesuatu yang sangat luar biasa. Sebab, ia ditunjuk di saat masih dalam suasana duka.

“Selain itu, Putri merasa kawan-kawan dari daerah lain banyak yang lebih baik dibanding Putri," kata Putri yang ingin melanjutkan sekolah di Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) ini.

Tanggung jawab itu harus dijalaninya dan seperti pesan sang ayah, ia harus memberikan yang terbaik. Upacara bendera pun berjalan dengan sukses dan itu adalah hal yang paling mengharukan baginya. (yen)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved