Breaking News:

HUMAN INTEREST

Cerita Warga Afghanistan di Bintan: Ayah Saya Meninggal di Tangan Taliban

ID Muhammad, warga Afghanistan di Bintan terkenang saat ayahnya yang merupakan seorang tentara tewas di tangan Taliban

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Cerita Warga Afghanistan di Bintan: Ayah Saya Meninggal di Tangan Taliban. Foto tiga warga Afghanistan saat diwawancarai di Hotel Bhadra Resort Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Rabu (24/8/2021) 

Ia keluar dari Afghanistan langsung ke India. Dari sana ia ke Malaysia terus lanjut ke Indonesia di Jakarta.

"Nah dari Jakarta ke Pontianak terus lanjut ke sini (Bintan) di tahun 2019 lalu sampai saat ini," terangnya.

Tidak banyak harapannya, selain mendoakan keluarganya bisa dalam keadaan aman di Afghanistan.

Selain itu, ia pun berharap ada kejelasan status dan kepastian mereka yang saat ini berstatus pencari suaka menuju negara ketiga.

"Soalnya kami sudah bertahun di sini. Bahkan teman-teman lain ada yang sampai belasan tahun," ucapnya.

Di tempat yang sama, kekawatiran juga dirasakan Abdul Halib (30) dan Asef Rahimi (24), yang sudah ada 4 sampai 8 tahun mengungsi di Hotel Bhadra Resort.

"Jujur kami sangat khawatir terhadap kondisi keluarga kami di sana. Soalnya Afghanistan sudah tidak aman dan semua warga mengungsi.

Inilah yang menjadi kekawatiran kami. Belum lagi kami tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga lagi di sana," terang Abdul Halib bersama warga Afghanistan lainnya.

Pasalnya, Taliban melarang internet, dan alat perekam di daerah pedesaan Afghanistan termasuk Malistan dan Jaghori, tempat sebagian besar pengungsi di Bintan berasal.

“Kami belum dapat menghubungi keluarga kami dalam dua bulan terakhir sejak Taliban datang,” kata pria yang mempunyai lima saudara yang masih berada di Afghanistan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved