Breaking News:

CORONA KEPRI

29 Pasien Covid-19 di Tanjungpinang Sembuh, 1 Orang Meninggal Dunia

Sebanyak 29 pasien covid-19 di Tanjungpinang dinyatakan sembuh dari paparan covid-19 dan satu orang meninggal dunia, Kamis (26/8/2021).

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Tri Indaryani
FREEPIK.COM
Ilustrasi covid-19. Sebanyak 29 pasien covid-19 di Tanjungpinang dinyatakan sembuh dari paparan covid-19. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 29 pasien covid-19 di Tanjungpinang dinyatakan sembuh dari paparan covid-19.

Sementara itu, seorang pasien covid-19 dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data satuan gugus tugas Covid-19, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang per tanggal 26 Agustus 2021 terdapat 9627 total kasus aktif.

Dari jumlah ini, ada sebanyak 288 pasien kasus aktif yang terdiri dari 218 pasien isolasi mandiri, 55 pasien rawat di Rumah Sakit, 15 pasien karantina Lohass Hotel dan pasien dirawat di Mess Bhayangkara untuk hari ini sudah tidak ada.

Adapun jumlah pasien selesai isolasi (sembuh) bertambah sebanyak 29 orang sehingga total menjadi 8969 orang.

Dan untuk jumlah meninggal bertambah 1 sehingga total menjadi 370 orang. 

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat menghubungi Tim Satgas Covid-19 di Hotline : 0823-8712-6255.

Kini Kota Tanjungpinang tidak lagi berada pada status zona merah melainkan berada di zona orange.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, nantinya Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang akan melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya.

Baca juga: PPKM Level 3 Diperpanjang, Tempat Wisata dan Kuliner di Batam Kian Ramai

"Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan," ujar Rahma, Jumat, (27/8/2021)

Rahma juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 ini. 

"Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama," imbaunya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved