Breaking News:

Cuaca Tanjungpinang Bintan Dalam 3 Hari, Berawan Namun Tetap Berpotensi Hujan

Berikut info cuaca Tanjungpinang dan Bintan dalam tiga hari ke depan. Diperkirakan berawan namun tetap berpotensi hujan

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
DOK TRIBUNWOW
Cuaca Tanjungpinang Bintan Dalam 3 Hari, Berawan Namun Tetap Berpotensi Hujan. Foto Ilustrasi Info Cuaca 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan.

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 25 Agustus 2021 di sekitar perairan Kepulauan Riau khususnya diperairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29 - 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 0.0 s.d. +1.0°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -0.45 dan dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi netral ini akan berlangsung hingga Februari 2022, sehingga secara umum tidak memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.36 yang menunjukkan kondisi netral. Diprakirakan kondisi netral akan berlangsung hingga Januari 2022,  sehingga tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fiqri Nugraha Isnoor, Jumat, (27/8/2021).

Analisis per tanggal 25 Agustus 2021 menunjukkan MJO dalam kondisi tidak aktif dan diprediksi masih tidak aktif hingga awal Dasarian I September, sehingga tidak cukup berpengaruh terhadap peningkatan distribusi awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.

"Angin Monsun Australia diprakirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan hingga dasarian III Agustus 2021. Pola siklonal diprediksi masih terbentuk di wilayah barat Sumatera dan Kalimantan bagian barat. Hal ini ditunjukkan dengan aliran massa udara di wilayah Indonesia yang masih didominasi angin timuran," terangnya.

Baca juga: TNI AL Kembalikan Tiga Kapal Nelayan Karimun yang Hanyut saat Cuaca Ekstrem

Baca juga: Basarnas Tanjungpinang Minta Warga Waspada Kondisi Cuaca: Hubungi 115 untuk Layanan

Analisa kelembapan udara relatif (relative humidity) pada dasarian II Agustus 2021 dilapisan permukaan umumnya di atas 85% dan diprediksi terjadi hingga Dasarian II September. Kelembapan udara relatif pada lapisan 850 mb umumnya dipredikisi berkisar antara 70-90% hingga Dasarian II September. Kelembapan udara relatif pada lapisan 700 mb diprediksi umumnya berkisar antara 70 – 85 % hingga Dasarian II September.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO), MJO, dan IOD tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat. Nilai SST yang hangat dengan nilai anomali SST positif menunjukkan aktivitas penguapan yang lebih tinggi dari biasanya dan meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer, sehingga mendukung untuk terbentuknya awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan.

Fenomena cuaca skala lokal berupa adanya belokan angin (shearline), serta terbentuknya wilayah tekanan rendah (siklonik) dibarat Kalimantan masih dominan terjadi di sekitar Pulau Bintan. Kemudian, kondisi atmosfer yang masih basah beberapa hari kedepan juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved