Rabu, 6 Mei 2026

NATUNA TERKINI

Maling Gasak Cabai dan Berbagai Jenis Sayuran di Pasar Ranai Natuna

Pasar Ranai Natuna disatroni maling. Cabai dan berbagai jenis sayuran lesap digondol maling yang diduga beraksi malam hari.

Tayang:
Penulis: agus tri |
TRIBUNBATAM.id/Wina
Suasana Pasar Ranai Natuna. Pasar tersebut disatroni maling. Cabai dan berbagai jenis sayuran lesap digondol maling yang diduga beraksi malam hari. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Maling kembali satroni Pasar Ranai, Natuna.

Kali ini yang menjadi target pencurian adalah cabai dan beberapa jenis sayur dari luar seperti kol, wortel, kentang dan tomat.

Ronald salah seorang pedagang sayur di pasar mengaku kehilangan cabai rawit dalam jumlah besar.

Hilangnya barang dagangan ini diketahui Ronald saat membuka kios Rabu (25/8/2021) pagi kemarin.

"Waktu saya cek itu sudah nggak ada cabainya. Habis diangkut maling semua," ungkap Ronald, Jumat (27/8/2021).

Hilangnya barang dagangan itu diperkirakan terjadi malam hari, saat pasar dalam keadaan sepi dan tidak ada penjagaan.

Meski tidak mengetahui secara pasti jumlah cabai yang hilang, namun menurut Ronald, cukup banyak, terlebih saat ini harga cabai di Natuna tengah melambung tinggi.

"Cabai saya punya itu kelas super, cabai setan, dari luar masalahnya, bukan cabai lokal. Lumayanlah harganya," tambah Ronald.

Baca juga: JADWAL Kapal Ferry di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Ada 5 Rute Pelayaran

Hilangnya barang dagangan milik pedagang pasar juga diakui Nggung, yang juga pedagang sayur dipasar Ranai.

Nggung bahkan mengaku sudah beberapa kali dagangannya hilang.

"Tapi mau gimana lagi, mau lapor ke Pengelola Pasar juga gak ada tindakan apa-apa," ujar Nggung.

Bahkan beberapa waktu lalu toko sembako didalam pasar sayur juga sempat dibobol maling. Rokok yang tersimpan didalam toko habis digasak pencuri.

Pengelolaan Pasar Ranai berada di bawah tanggung jawab Perusda Natuna. Pihak Perusda telah memasang pintu pengaman pasar dari arah depan dan samping bagian utara.

Namun dari bagian selatan masih dapat dimasuki oleh oknum karena tidak tertutup.

Dengan sistem keamanan yang tidak memadai, membuat para pedagang kerap kehilangan barang dagangan mereka.

"Sudah sering kehilangan, tapi tidak direspon pihak Perusda," ucap Ronald.

Para pedagang berharap Perusda dapat meningkatkan keamanan pasar Ranai, sehingga pedagang merasa aman dan nyaman meninggalkan dagangannya.

"Paling tidak ada petugas keamananlah, kitakan bayar sewa,bukan numpang jualan gratis," tambah Nggung. (TRIBUNBATAM.id/Wina)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved