Breaking News:

CORONA KEPRI

Pengamat Penerbangan dan YLKI Minta Syarat Naik Pesawat saat Pandemi Ditinjau Ulang

Pengamat penerbangan dan YLKI minta pemerintah kaji ulang syarat naik pesawat saat pandemi covid-19. Lantaran dinilai diskriminatif

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Pengamat Penerbangan dan YLKI Minta Syarat Naik Pesawat saat Pandemi Ditinjau Ulang. Foto Serikat Karyawan PT Angkasa Pura II atau Sekarpura II menggelar diskusi panel pada Kamis, 26 Agustus 2021 bertajuk 'Saturasi Oksigen Aviasi Indonesia'. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Serikat Karyawan PT Angkasa Pura II atau Sekarpura II menggelar diskusi panel pada Kamis, 26 Agustus 2021 bertajuk 'Saturasi Oksigen Aviasi Indonesia'.

Diskusi panel yang digelar bertepatan di Hari Ulang Tahun (HUT) Sekarpura II ke 22 Tahun 2021 ini menghadirkan 2 narasumber, Alvin Lie selaku Pengamat Penerbangan dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

Pemeritah diharapkan dapat mengkaji ulang kebijakan atau regulasi terkait pergerakan masyarakat khususnya pengguna transportasi udara dalam masa pandemi COVID-19.

Lantaran sejak mewabahnya COVID-19 di Tanah Air, regulasi yang mengatur persyaratan bagi masyarakat pengguna transportasi udara khususnya penerbangan domestik sangat cepat berubah.

Di awal pandemi, penumpang pesawat diminta menyertakan hasil negatif COVID-19 dengan metode Rapid Tes Antibody. Tidak lama kemudian menjadi swab antigen.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 di Tanjungpinang sudah 77,8 Persen untuk Orang Dewasa

Baca juga: Beli Satu Alat Tes PCR, Anambas Gelontorkan Uang Rp 1 Miliar untuk Penanganan Covid19

Namun, setelah vaksinasi digencarkan, kini penumpang pesawat wajib melakukan tes PCR sebagai salah satu syarat selain vaksinasi.

Hal ini pun disoroti oleh Pengamat Penerbangan Alvin Lie.

Alvin Lie mengatakan bahwa ada aturan yang terkesan diskriminatif terhadap transportasi udara. Salah satunya adalah persyaratan hasil negatif COVID-19 dengan metode PCR Test dan wajib vaksin bagi penumpang pesawat.

"Saya kira yang pertama harusnya syarat untuk perjalanan udara disamakan dengan moda transportasi lain. Moda transportasi yang paling banyak yang digunakan itu kan (tranportasi) darat, tapi justru paling longgar, tidak disiplin," kata Alvin Lie.

"Pemerintah juga seharusnya mengapresiasi juga bahwa transportasi udara selama ini paling ketat dan paling disiplin. Juga alat angkutnya ini, sebelum pandemi juga sudah dilengkapi HEPA filter kemudian ada peraturannya penerbangan di bawah 2 jam tidak boleh makan, tidak boleh bicara, harus pakai masker.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved