Sabtu, 2 Mei 2026

BERITA SINGAPURA

Bandara Changi Singapura Buka Terminal 1 dan 3 untuk Umum Mulai 1 September 2021

Bandara Changi Singapura membuka kembali Terminal 1 dan Terminal 3 untuk umum mulai 1 September 2021

Tayang:
Roslan RAHMAN / AFP
Wisatawan menarik barang bawaannya untuk memasuki ruang keberangkatan di Bandara Internasional Changi di Singapura pada 19 Agustus 2021. Terminal 1 dan 3 Bandara Changi akan dibuka untuk umum mulai 1 September 2021 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Bandara Changi Singapura membuka kembali Terminal 1 dan Terminal 3 untuk umum mulai 1 September 2021.

Sebelumnya dua terminal di Bandara Changi itu sudah tiga bulan ditutup untuk wisatawan.

Lonjakan Covid-19 di Singapura membuat dua terminal Bandara Changi serta akses Bandara Jewel Changi ditutup pada 13 Mei 2021.

Sebenarnya Jewel sebelumnya telah dibuka kembali pada 14 Juni.

"Pengamanan tambahan Covid-19 akan diterapkan untuk melindungi wisawatan, pekerja bandara, dan anggota masyarakat yang mengunjungi bandara", sebut Changi Airport Group (CAG) dan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) dalam rilis media bersama pada Jumat (27/8) seperti dikutip Channel News Asia.

Pengamanan tambahan itu termasuk membatasi penggunaan ruang kedatangan untuk penumpang yang tiba dan layanan temu dan sapa profesional untuk meminimalkan interaksi antara penumpang yang tiba dan penduduk setempat.

Baca juga: Harga PCR Untuk Syarat Naik Pesawat Lebih Murah di Indonesia Dibandingkan Singapura dan Thailand

Perwakilan hotel, jasa transportasi, dan agen perusahaan wajib menunjukkan jadwal penerbangan penumpang untuk dapat masuk ke area pertemuan saat pesawat telah mendarat.

Hanya satu perwakilan yang diizinkan menjemput setiap kelompok penumpang yang tiba.

Penumpang dari negara berisiko rendah dapat mengatur transportasi mereka sendiri sebelumnya atau dijemput oleh keluarga dan teman di tepi jalan penjemputan kedatangan terminal.

Layanan taksi juga akan tersedia untuk penumpang.

Area makan khusus baru untuk staf bandara juga telah didirikan di Terminal 3 Basement 2 di sebelah food court Kopitiam.

Ini untuk meminimalkan interaksi mereka dengan publik.

"Sistem pendingin udara dan ventilasi mekanis di terminal juga telah ditingkatkan," sebut CAG dan CAAS.

Di aula kedatangan Terminal 3, sebagian area telah diubah menjadi area istirahat staf.

F&B dan gerai ritel di aula kedatangan Terminal 3 akan ditutup sementara untuk umum dengan pemisahan zona ini.

"Untuk meningkatkan segregasi di bandara, area makan staf yang berdekatan dengan food court Kopitiam di Terminal 3 Basement 2 telah didirikan untuk menyediakan ruang makan staf bandara di food court dengan area khusus untuk makan di luar shift mereka," sebut CAAS dan CAG.

Sistem pendingin udara dan ventilasi mekanis terminal juga telah ditingkatkan mengingat ancaman dari varian Covid-19 yang lebih menular.

“Peningkatan kualitas udara ini termasuk penggunaan filter MERV-14 kelas rumah sakit dan pemasangan sanitasi UV-C di sistem pendingin udara, serta pembersih udara portabel dengan filter HEPA di ruang makan utama di food court Kopitiam,” tulis CAAS dan CAG

Langkah-langkah keamanan ini bertujuan untuk memberikan pengunjung ketenangan pikiran untuk bebas mengunjungi ruang keberangkatan dan Terminal 3 Basement 2 untuk berbelanja dan menikmati makanan mereka.

"Saat Changi menyambut publik kembali ke terminalnya, lebih dari 80% gerai ritel dan F&B di Terminal 1 dan Terminal 3 akan kembali beroperasi," tambah mereka.

Perketat perbatasan

Singapura memperketat pengawasan kunjungan dari Selandia baru.

Hal ini karena melonjaknya kasus Covid-19 di Selandia baru.

Terhitung Senin (30/8/2021) pukul 23.59, penumpang yang memiliki riwayat perjalanan ke Selandia Baru dalam waktu 21 hari sebelum keberangkatan harus tes PCR pada saat kedatangan.

Mereka juga harus menjalani karantina mandiri selama seminggu dan mengikuti tes PCR sebelum masa karantina berakhir.

Kebijakan ini berlaku untuk warga negara Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin jangka panjang.

"Wisatawan pemegang Air Travel Pass dengan riwayat perjalanan ke Selandia Baru selama 21 hari sebelumnya tidak diizinkan memasuki Singapura," kata Kementerian Kesehatan (MOH) dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (28 Agustus).(*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved