Breaking News:

Vaksin Sputnik- V Rusia Bakal Masuk Indonesia, Tingkat Efikasi Diklaim 91,6 Persen

Selain Indonesia, vaksin Sputnik V asal Rusia juga bakal masuk ke sejumlah negara seperti Italia, Brazil, India dan Korea Selatan.

Editor: Septyan Mulia Rohman
Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Foto Ilustrasi - Vaksin Sputnik V asal Rusia bakal masuk ke Indonesia. Foto seorang perawat menyuntikkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) di sebuah klinik di Moskow, Rusia pada 5 Desember 2020. 

TRIBUNBATAM.id - Vaksin corona asal Rusia bakal masuk ke Indonesia.

Ini menambah daftar panjang merek vaksin covid-19 setelah Sinovac, AstraZeneca dan Moderna sudah dipakai ke sejumlah daerah.

Pemegang lisensi vaksin corona Sputnik V, Russian Direct Investment Fund (RDIF) sudah menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia pun telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19 Sputnik V nomor EUA2160200143A1 dan EUA2160200143A2 pada hari Selasa (24/08/2021) kemarin di Jakarta.

Vaksin COVID-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia.

“BPOM memberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk Sputnik V terbatas pada kondisi wabah pandemi untuk prevention of the newly discovered coronavirus infection (Covid-19) in adults over the age of 18.

Sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, keamanan dan mutu,” demikian bunyi keputusan BPOM yang ditanda tangani Kepala BPOM, Penny Lukito seperti dilansir TribunJateng.com.

Penny Lukito mengungkapkan, efek samping paling umum yang dirasakan ketika disuntik vaksin Sputnik V adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome).

Yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved