Rabu, 22 April 2026

BATAM TERKINI

Musim Hujan, Harga Sayuran di Batam Meroket, Cek Daftar Harga Terbaru

Harga sayur mayur di pasar Batam meningkat seiring dengan datangnya musim hujan. Cek harga terbarunya di sini.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Salah satu lapak sayur mayur di Pasar Mitra Raya, Teluk Tering, Batam Kota, Batam, Senin (30/8/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Harga sayur mayur di pasar Batam meningkat seiring dengan datangnya musim hujan.

Di Pasar Mitra Raya, Teluk Tering, Batam Kota, Batam, sebagian besar sayur mayur dijual dengan harga lebih tinggi dari sewajarnya.

Antara lain, bawang merah, cabai keriting, dan cabai rawit rata-rata mencapai Rp 40.000 sekilo.

Sedangkan bawang putih dijual kisaran Rp 32.000 - Rp 33.000 per kilo, dan cabai hijau Rp 45.000 per kilo.

"Cabai naik walaupun nggak terlalu tinggi. Biasanya Rp 35.000, naik jadi Rp 40.000 sampai Rp 45.000. Biasanya naik sehari setelah weekend karena pengiriman terlambat," ujar salah seorang pedagang Pasar Mitra Raya, Nora, Senin (30/8/2021).

Sementara itu, pedagang lainnya, menjual cabai merah keriting di harga yang relatif standar.

Meski demikian, ia mengakui harga sayuran seperti bayam, kangkung dan sawi terbilang cukup tinggi.

Baca juga: Kepala BP Batam Warning Pegawai di Pelabuhan Tak Lakukan Pungli, Rudi : Akan Keluar Perka Baru

Harga kangkung naik dari kisaran Rp 12.000 menjadi Rp 25.000 per kilo.

Kemudian sawi hari ini dijual Rp 35.000 dari Rp 15.000 per kilo.

Sedangkan bayam mengalami kenaikan pesat hingga mencapai Rp 30.000 dari kisaran Rp 8.000 per kilo.

"Harga cabai di sini lumayan standar, tapi sekarang yang naik sayuran, terutama bayam. Biasanya aja paling murah bisa sampai Rp 6.000 per kilo, sekarang musim hujan udah Rp Rp 6.000," jelas Rika, pedagang sayur mayur lainnya di Pasar Mitra Raya.

Rika menilai, kenaikan harga sayur mayur ini disebabkan karena musim hujan yang kerap turun. Ia biasanya memasok sayur mayur dari beberapa daerah, terutama daerah pulau Jawa.

Kenaikan harga sayur mayur ini turut dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Tiban, Sekupang, Batam, bernama Elisa.

Ia mengakui, akhir-akhir ini jarang membeli sayuran dalam jumlah banyak oleh karena harga yang sedang tinggi.

Jika tidak berbelanja ke pasar, biasanya Elisa membeli bahan pangan dari warung dekat rumah.

Akan tetapi, harga sayur mayur yang naik juga berdampak pada ketiadaan stok sayuran di warung tempatnya biasa berbelanja.

"Iya, lagi mahal, kadang kami makan tanpa sayur. Di warung pun nggak ada karena dari pasar aja udah mahal," ungkap Elisa.
(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved