Breaking News:

Selain Bupati Probolinggo Puput dan Suami, Sejumlah Camat Ikut Diciduk KPK

Selain Bupati Probolinggo Puput dan suami, Hasan Aminuddin, ada delapan ASN ikut diciduk KPK, Senin (30/8). Lima di antaranya camat

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Kolase Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama suami, anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin. 

TRIBUNBATAM.id - Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suami Hasan Aminuddin, yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/8/2021) dini hari.

Kabarnya, selain dua orang itu KPK juga mengamankan sedikitnya delapan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Probolinggo.

Dilansir dari TribunJatim.com, lima dari delapan orang itu merupakan camat. Masing-masing berinisial HC, P, IS, DK, dan MR.

Sedangkan tiga orang lainnya berinisial S, FR dan PJK.

10 orang pejabat itu diduga diamankan atas dugaan kasus jual beli jabatan di Pemkab Probolinggo.

Dari penelusuran TribunJatim.com, 17 hari sebelum ada OTT KPK, tepatnya, Jumat (13/8/2021) kemarin, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, melakukan penyegaran sosok pejabat di Pemkab Probolinggo.

Ada 26 orang yang dimutasi. 20 pejabat di antaranya dari Eselon III, sedangkan enam orang pejabat dari Eselon II.

Baca juga: Bupati Probolinggo dan Suami Kena OTT KPK, Pilih Diam saat Menuju Jakarta

Baca juga: OTT KPK di Probolinggo, Ali Fikri: Ada Beberapa Pihak, Tim KPK Masih Bekerja

Sosok MR, P, dan DK merupakan camat yang turut dilantik dalam acara pelantikan pejabat yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Probolinggo, di Jalan Ahmad Yani No 23, Tisnonegaran, Kanigaran, Kota Probolinggo, Jatim.

Mereka diamankan dari Probolinggo sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, lalu diberangkatkan untuk menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK meminjam tempat di Ruang Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Mapolda Jatim, sekitar pukul 05.00 WIB.

Kurun waktu enam jam lamanya diperiksa, akhirnya sekitar pukul 11.15 WIB, 10 orang tersebut keluar dari gedung menuju ke bus polisi dengan kawalan Anggota Satuan Brimob Polda Jatim.

Mereka akan dibawa ke Bandar Udara Juanda untuk diantar ke Kantor KPK, Jakarta, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan, pihaknya melakukan OTT di salah satu kabupaten di Jatim.

Namun, Ali tidak menyebut nama daerah di Jatim yang pejabatnya terkena OTT KPK tersebut. Dia hanya memberi bocoran, pihaknya tidak hanya mengamankan satu orang dalam OTT tersebut.

"Benar, informasi yang kami terima, tim KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jawa Timur," ujarnya saat dihubungi awak media, Senin.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved