Breaking News:

Kapal Ikan Vietnam Ditangkap Korpolairud Baharkam Polri di Laut Natuna

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, 4 kapal ikan Vietnam itu diamankan kapal patroli Bisma 8001, Jumat (27/8) di Laut Natuna

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Ekspose pengungkapan kasus illegal fishing di Laut Natuna, Selasa (31/8/2021). Empat unit kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam ditangkap petugas Korpolairud Baharkam Polri saat tengah melakukan pencurian ikan di laut Natuna Utara yang masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Empat unit kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam ditangkap petugas Korpolairud Baharkam Polri saat tengah mencuri ikan di laut Natuna Utara yang masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, empat kapal ikan asal Vietnam tersebut diamankan kapal patroli Bisma 8001, pada Jumat (27/8/2021) lalu.

Tidak hanya kapal yang ditangkap, petugas juga mengamankan 40 orang kru warga negara Vietnam. Empat di antaranya nakhoda kapal.

“Adapun barang bukti yang kami amankan yakni 4 kapal milik Vietnam yang terdiri dari satu unit berukuran 100 GT, tiga unit berukuran 120 GT dan kurang lebih 1 ton ikan,” ujar Arief Sulistyanto kepada awak media di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Selasa (31/8/2021) siang.

Lanjut Arief, kasus illegal fishing kapal ikan Vietnam itu dilimpahkan kepada PSDKP untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Petugas mengamankan 40 kru warga Vietnam saat penangkapan empat kapal ikan asing Vietnam di Laut Natuna, Jumat (27/8/2021) lalu
Petugas mengamankan 40 kru warga Vietnam saat penangkapan empat kapal ikan asing Vietnam di Laut Natuna, Jumat (27/8/2021) lalu (tribunbatam.id/istimewa)

“Proses penyidikan Direktorat Polair Mabes Polri akan tetap membantu kelancaran proses penyidikan itu sendiri,” ungkap Arief.

Di tempat yang sama, Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih mengatakan, modus para pelaku pencuri ikan ini masih sama.

Baca juga: PSDKP Batam Tangkap 2 Kapal Asing Pelaku Illegal Fishing di Laut Natuna Utara

Baca juga: 30 Terpidana Kasus Illegal Fishing di Natuna Dieksekusi ke 2 Lokasi di Tanjungpinang

Yakni melakukan operasi pada malam hari dan kembali ke negara asalnya menjelang Subuh atau sebelum matahari terbit.

“Modus ini untuk menghindari kapal patroli kita. Dan kami masih melakukan pendalaman dan tidak menutup kemungkinan ada kapal induk yang terlibat langsung datang dari negara asal kapal pencuri ikan tersebut,” ujar Yassin.

Dikatakannya, dari pengungkapan tersebut pihaknya berhasil menyelamatkan aset atau kekayaan laut milik negara sektor perikanan dari tindak pidana illegal fishing.

“Dari hasil pengungkapan empat kapal ini, Baharkam Mabes Polri berhasil menyelamatkan kerugian negara dari tindak pidana ilegal fishing sebesar Rp 1 triliun, lebih,” jelas Yassin.

Ke depan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pengamanan secara ketat, sehingga kapal asing dari luar tidak sembarangan melakukan kegiatan serupa lagi di laut Indonesia.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved