Breaking News:

KARIMUN TERKINI

INGIN Seperti Batam, Karimun Siap Sambut Free Trade Zone Menyeluruh

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Kabupaten Karimun siap menyambut Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Kabupaten Karimun siap menyambut Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Kabupaten Karimun siap menyambut Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh.

Bahkan, dalam waktu dekat ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan berkunjung ke Kabupaten Karimun.

Tentunya hal ini dalam rangka rencana persiapan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun (BBK) yang akan disatukan sebagai upaya untuk meningkatkan investasi di Karimun.

“Allhamdulilah dan IsyaAllah hasil kunjungan kita bersama Bapak Gubernur Kepri menjumpai Bapak Menko Perekonomian, telah mengagendakan melakukan kunjungan kerja ke Karimun," ucap Aunur Rafiq Bupati Karimun.

"Untuk jadwal pastinya kita masih menunggu dari sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang kemungkinan akhir September atau awal Oktober,” tambahnya.

Dari hasil pertemuan itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, melaporkan dan memaparkan tentang perkembangan dan progres persiapan penyatuan seperti yang telah diusulkan sebelumnya agar tiga kawasan perdagangan bebas pelabuhan bebas Batam-Bintan-Karimun dijadikan FTZ menyeluruh.

Baca juga: DAFTAR 4 Isu Strategis Terkait Lahan di Karimun, Sengketa Lahan Hutan hingga Pelantar

“Berharap akan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di kawasan Bintan dan Karimun bisa sama seperti di Kota Batam yang menyeluruh FTZnya dalam rangka memberikan kepastian hukum kepada para investor," jelasnya.

Kemudian, Karimun akan dijadikan FTZ menyeluruh dipastikan investasi bisa meningkat dan merasa di seluruh wilayah tidak hanya di Pulau Karimun tetapi juga Pulau Kundur dan juga Pulau Moro.

"Saat ini kawasan pulau Karimun sudah penuh dan kita masih punya pontensi di Pulau Kundur dan Pulau Moro, misalnya Pulau Moro sangat cocok kita kembangkan untuk perikanan dan wisata bahari untuk dibikin resort. Kita yakin investor akan tertarik berinvestasi jika kita jadi FTZ menyeluruh," ujarnya.

Di ketahui, status FTZ di Pulau Karimun Besar hanya meliputi sebagian wilayah Kecamatan Meral, Meral Barat dan Tebing. Sedangkan, Kecamatan Karimun bukan kawasan FTZ.

Kondisi tersebut menimbulkan persoalan karena memengaruhi pengawasan terhadap arus barang impor untuk FTZ. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved