Rabu, 29 April 2026

BATAM TERKINI

6 Kapal Pelni Jadi Tempat Isoter, Tersisa KM Kelud yang Berlayar, Cek Jadwalnya

Saat ini, 6 kapal Pelni menjadi isoter atau lokasi isolasi pasien covid-19. Sehingga hanya KM Kelud saja yang masih berlayar.

Tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Ratusan penumpang KM Kelud saat turun di Pelabuhan Batu Ampar Batam, belum lama ini. Saat ini, 6 kapal Pelni menjadi isoter atau lokasi isolasi pasien covid-19. Sehingga hanya KM Kelud saja yang masih berlayar. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dampak pandemi Covid-19 turut dirasakan oleh perusahaan di bidang pelayaran kapal, yaitu PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Pembatasan mobilitas masyarakat dengan diterapkannya PPKM membuat usaha jasa pelayaran ini mau tidak mau menyesuaikan pelayanan dengan aturan-aturan perjalanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Tidak hanya itu, PT Pelni sebagai perusahaan BUMN, ikut serta dalam program pengendalian Covid-19 secara nasional.

Sejak 2 Agustus 2021, kapal-kapal Pelni telah diminta untuk menjadi salah satu tempat karantina terpusat pasien Covid-19.

"Ada enam kapal kami yang sekarang masih menampung pasien Covid-19, yaitu KM. Umsini di Makasar, KM. Tatamailau di Bitung, KM. Tidar di Makasar, KM. Bukit Raya di Tanjung Priok, KM. Sirimau di Kupang, dan KM. Lawit di Semarang," jelas Vice President Pemasaran Angkutan Penumpang Pelni, Sukendra, Senin (6/9/2021).

Penunjukkan kapal Pelni sebagai tempat penampungan pasien Covid-19 tanpa gejala dijalankan sejak 2 Agustus 2021 lalu.

Di dalam perjanjian kerjasama, penetapan kapal Pelni sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) akan dilangsungkan sampai sebulan lamanya, atau menyesuaikan dengan kondisi kasus Covid-19 terkini.

Di Batam sendiri, ada tiga kapal yang biasa berlabuh dan bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar, yaitu KM. Kelud, KM. Umsini, dan KM. Bukit Raya. KM. Kelud biasa mengangkut penumpang ke tujuan Tanjung Priok dan Belawan.

Baca juga: 4 Warga Batam Kena Covid-19, Sekupang Berubah Zona Oranye

Sedangkan KM. Umsini, berlayar ke wilayah timur (NTT), dan KM. Bukit Raya berlayar tujuan Pontianak.

Dengan dipakainya dua kapal sebagai tempat isolasi terpusat, yaitu KM. Umsini dan KM. Bukit Raya, maka pelayaran melalui trayek-trayek yang dilewatinya itu pun terpaksa berhenti untuk sementara waktu.

Saat ini, kapal Pelni yang masih beroperasi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) adalah KM. Kelud.

"Untuk sekarang hanya ada satu pelayaran, yaitu menggunakan KM. Kelud, dari Batam ke Tanjung Priok hari Rabu jam 11:00 WIB tiba dan jam 15:00 WIB berangkat. Batam ke Belawan hari Minggu jam 6:00 WIB tiba, jam 11:00 WIB berangkat," ujar Kepala Cabang Pelni Batam, Agus Suprijatno.

Selain terbatasnya pelayaran, intensitas penumpang kapal juga berkurang.

Jika biasanya KM. Kelud bisa mengangkut lebih seribu penumpang sekali berlayar, kini sejak pandemi, rata-rata jumlah penumpang hanya mencapai 300-an orang.

Angka ini terbilang sangat sedikit jika dibandingkan dengan kapastias KM. Kelud yang memiliki 2.607 tempat duduk.

"Intensitas penumpang jelas berkurang, tapi kami prinsipnya pelayanan kepada masyarakat. Jadi meskipun penumpang sedikit, kami tetap jalan," tambah Agus.

Jadwal KM Kelud Selama September

Bagi yang ingin berlayar menggunakan jasa Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di bulan September, Pelni hanya membuka 3 jadwal agenda pelayaran kapal KM Kelud dari Batam kesejumlah daerah yang ada di Indonesia.

Jumlah itu berbeda dari bulan sebelumnya yang bisa sampai 9 trip pelayaran kapal.

Kepala Operasional Cabang Pelni Batam, Lan Lan saat ditemui di kantor Pelni, Sekupang, Senin (6/9/2021) mengatakan, hanya ada 3 jadwal pelayaran selama September.

"Bulan ini baru ada 3 jadwal pelayaran kapal Pelni, rutenya masih tujuan Priok Jakarta dan Belawan Medan," ujarnya.

Kata dia, saat ini kapal Pelni yang beroperasi hanya KM Kelud.

Sedangkan KM Umsini dan KM Bukit Raya masih menunggu Pelni pusat.

Dikatakan, arus penumpang pelayaran kapal dari Batam beberapa waktu ini mengalami peningkatan.

Sepanjang September KM Kelud dijadwalkan ada 3 trip pelayaran.

Baca juga: DLH Batam Beri Diskon dan Tunda Bayar Uang Sampah bagi Pelaku Usaha Terdampak Covid-19

Berikut jadwal pelayaran KM Kelud dari Batam :

1. Tanggal 1 September pelayaran dari pelabuhan Macobar, Batu Ampar, kota Batam tujuan Tanjung Priok, Jakarta.

2. Tanggal 5 September pelayaran dari pelabuhan Macobar, Batu Ampar, Batam tujuan Tanjung Balai Karimun - Belawan, Medan.

3. Tanggal 8 September pelayaran dari pelabuhan Macobar, Batu Ampar, kota Batam tujuan Tanjung Priok, Jakarta.

Pelayaran KM Kelud hanya melayari tiga daerah persinggahan, yakni start dari Macobar Batu Ampar menuju Tanjung Balai Karimun, Belawan Medan.

Kemudian start dari Macobar, Batu Ampar Batam menuju pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Bagi warga yang ingin mengetahui harga tiket, dapat langsung mengunjungi kantor PT Pelni Cabang Batam yang berada di Tanjung Pinggir, Sekupang. Warga bisa membeli tiket di outlet resmi PT Pelni.

Adapun harga tiket kapal ini antara lain :

Rute Batam (Batu Ampar) hingga tujuan Medan (Belawan), Kelas Ekonomi : Dewasa Rp. 220.000. Bayi Rp. 27.000.

Sedangkan untuk rute Batam (Batu Ampar) hingga tujuan Jakarta (Tg. Priok)

Kelas Ekonomi : Dewasa Rp. 313.000

Bayi Rp. 37.000.

Bagi yang ingin berlayar, penumpang wajib melengkapi hasil pemeriksaan covid-19.

Cukup dengan hasil pemeriksaan antigen. Selain itu, anda juga diwajibkan menunjukan sertifikat vaksin, minilam dosis pertama. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Beres Lumbantobing)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved