Breaking News:

HUMAN INTEREST

Cerita Katem, 30 Tahun Tinggal di Kawasan Hutan di Bintan: Selalu Cemas Digusur

Katem, warga Desa Lancang Kuning Bintan sudah tinggal selama 30 tahun di kawasan hutan. Ia senang akhirnya tanah yang ditempatinya kini legal

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Katem (56) warga Desa Lancang Kuning, Kabupaten Bintan, Kepri yang mendapatkan sertipikat tanah. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Sebagian warga di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bertahan tinggal dan mendirikan bangunan di atas tanah yang berstatus kawasan hutan.

Bukan waktu yang sebentar. Bahkan ada yang sampai puluhan tahun.

Satu di antaranya Katem (56), warga Bintan yang tinggal di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara.

Selama 30 tahun lamanya, Katem bersama suaminya tinggal di kawasan hutan yang sudah pasti tidak memiliki legalitas atas tanahnya.

Sampai pula mereka memiliki dua anak, Katem dan suaminya masih tinggal di sana.

Baca juga: Perjuangan Warga Desa Lancang Kuning Bintan Dapat Sertifikat Tanah Berbuah Manis

Baca juga: Wakil Menteri ATR Resmikan Desa Lancang Kuning Bintan Jadi Kampung Reforma Agraria

"Selama 30 tahun itulah kita selalu dibayangi rasa cemas. Bisa saja tiba-tiba kita digusur. Soalnya kita tidak punya sertipikat tanah," ujarnya kepada Tribunbatam.id belum lama ini.

Di sisi lain, mereka juga punya tuntutan hidup.

Katem harus berjuang mencukupi kehidupan keluarganya dengan bekerja serabutan. Mulai menjadi buruh cuci, hingga menjadi asisten rumah tangga.

Kerja keras itu dilakukan lantaran sang suami tidak bisa melihat (buta).

"Dari kerjaan serabutan itu, alhamdulillah sedikit-sedikit bisa mendapatkan rezeki, dan 2 anak saya tetap bisa sekolah," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved