Breaking News:

Lahan Hutan di Sagulung Batam Kian Menipis, Lurah Sei Pelunggut: Kita Miris

Saat ini hutan yang tersisa, ada di Kelurahan Sei Pelunggut. Lurah setempat mengajak KLHK tinjau lahan hutan untuk memastikan statusnya

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang
Foto pihak Kelurahan Sei Pelenggut Kecamatan Sagulung Batam dan perwakilan KLHK saat meninjau kondisi lahan di Sei Pelenggut 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lurah Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Burhan mengajak perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI meninjau status lahan di kawasan Industri Dapur 12 Sagulung.

Tak sendirian, Burhan ditemani Ketua LPM Lammarudut Situmorang. Diketahui, dari enam kelurahan di Kecamatan Sagulung, hampir semua kelurahan saat ini tidak memiliki lahan terbuka hijau.

Penyebabnya karena lahan yang ada sudah dialokasikan kepada investor.

Saat ini hutan yang tersisa, ada di Kelurahan Sei Pelunggut, tepatnya di daerah Dapur 12, antara Kawasan Horizon dan kawasan galangan kapal yang ada di Dapur 12.

"Kita sangat miris, melihat kondisi wilayah Sagulung ini. Karena hampir semua kelurahan tidak memiliki lahan sebagai hutan," kata Burhan, Sabtu (11/9/2021).

Kondisi lahan hutan yang tersisa di Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam
Kondisi lahan hutan yang tersisa di Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam (tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Dia menjelaskan, sesuai dengan data yang ada di Kelurahan Sei Pelunggut, bahwa lahan yang tersisa saat ini masih berstatus hutan lindung. Namun hal itu perlu dipastikan lagi.

Baca juga: Kavling Pesona Indah Dangas Batam Termasuk Hutan Lindung, Proses Pematangan Lahan Dihentikan Paksa

Baca juga: Cerita Katem, 30 Tahun Tinggal di Kawasan Hutan di Bintan: Selalu Cemas Digusur

"Harapan kita dengan kita hadirkan pihak KLHK, untuk mengetahui secara jelas, apakah lahan yang tersisa saat ini masih berstatus hutan lindung," kata Burhan.

Jika lahan yang tersisa benar hutan lindung, pihak kelurahan bersama LPM akan mengelola lahan tersebut dan mengembalikan fungsinya sebagai hutan.

"Kita akan rawat, dan jadikan sebagai tempat wisata hutan di Kelurahan Sei Pelunggut," kata Burhan.

Sementara mengenai kondisi lahan tersebut, pihak KLHK Lamhot Sinaga yang datang ke lokasi menjelaskan, bahwa mengenai lahan di Batam, yang mengetahui hal tersebut adalah BP Batam.

"Kita harus melakukan koordinasi dengan BP Batam," kata Lamhot.

Dia juga menjelaskan karena Batam merupakan kota industri dan lahan yang ada berada di tengah-tengah perusahaan, BP Batam yang lebih mengetahui.

"Status lahan bisa langsung ke BP Batam," kata Lamhot.

(Tribunbatam.id/ Pertanian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved