Breaking News:

BATAM TERKINI

3 Hari ke Depan, Wilayah Tanjungpinang-Bintan Berpotensi Hujan Ringan 

Wilayah Tanjungpinang dan Bintan diperkirakan akan diguyur hujan ringan selama tiga hari ke depan. Simak prakiraan cuaca dari BMKG selengkapnya.

TribunBatam.id/Endra Kaputra
CUACA KEPRI - Wilayah Tanjungpinang dan Bintan diperkirakan akan diguyur hujan ringan selama tiga hari ke depan. Simak prakiraan cuaca dari BMKG selengkapnya. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan. 

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 15 September 2021 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29 - 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 1.0 s.d. 1.5°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -0.27 dan dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi netral ini akan berlangsung hingga Februari - Maret 2022, sehingga secara umum tidak memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai 0.18 yang menunjukkan kondisi netral. Diprakirakan kondisi netral akan berlangsung hingga Februari 2022, kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat termasuk wilayah Kepulauan Riau," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Vivi Putrima Ardah, Jumat (17/9/2021).

Analisis per tanggal 15 September 2021 menunjukkan MJO dalam kondisi aktif dengan intensitas lemah berada di fase 3 dan diprediksi terus aktif hingga awal dasarian III September 2021, kondisi tersebut cukup berdampak terhadap peningkatan awan konvektif di wilayah Indonesia terutama Bintan dan sekitarnya.

"Sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi angin timuran, kondisi ini merupakan representasi dari monsun Australia, terutama wilayah Indonesia bagian 
selatan, dan di prakirakan bertahan hingga Oktober 2021. Pola siklonal di bagian barat Kalimantan di prediksi masih akan terjadi, sehingga secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Bintan dan sekitarnya," terangnya.

Baca juga: Info Cuaca Lingga hingga 19 September 2021, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem dan Dampaknya

Prakiraan kelembapan udara relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya pada dasarian II - III September 2021 untuk lapisan permukaan umumnya di 
atas 80%. Kelembapan udara relatif pada lapisan 850 mb umumnya dipredikisi berkisar antara 80-90%. Kelembapan udara relatif pada lapisan 700 mb diprediksi umumnya berkisar antara 80-90%.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO), dan IOD tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, sedangkan MJO masih cukup mempengaruhi terhadap peningkatan pertumbuhan awan terutama di wilayah Bintan dan sekitarnya. 

Nilai SST yang masih hangat dengan nilai anomali SST positif menunjukkan aktivitas penguapan yang lebih tinggi dari biasanya dan meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer, sehingga mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved