Breaking News:

Bea Cukai Batam Raih Penghargaan dari Dekranasda, Bantu Fasilitasi Usaha Pelaku IKM

Penghargaan Dekranasda Batam ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang telah peduli kepada pelaku IKM, termasuk Bea Cukai Batam

tribunbatam.id/istimewa
Ketua Dekranasda Batam Marlin Agustina memberikan penghargaan kepada perwakilan Bea Cukai Batam atas kontribusinya terhadap pelaku IKM, Rabu (15/9/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kantor Bea Cukai Batam terima penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dekranasda Batam, Marlin Agustina.

Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai I, Muhamad Solafudin menerima penghargaan tersebut di Planet Holiday Hotel, dalam acara Pelantikan dan Pemberian Penghargaan Dekranasda Kota Batam.

Penghargaan Dekranasda sendiri diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang telah peduli kepada pelaku usaha kecil dan pengrajin di Batam yang berada pada naungan Dekranasda Batam.

Baca juga: Ketua Dekranasda Maratusholiha Ingin Tudung Manto Tetap Dilestarikan di Lingga

Baca juga: Sandiaga Uno ke Batam, Dekranasda Kenalkan Batik Batam Produksi Industri Kecil Menengah

Peran Bea Cukai Batam dengan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dapat mendukung para pelaku usaha kecil dalam berusaha.

Di mana, di dalam pengiriman barang keluar dari Batam, hanya dikenai PPN sebesar 10 persen terhadap produk-produk IKM Batam yang dijual melalui mekanisme barang kiriman.

Pelaku IKM yang mendapat fasilitas tersebut terlebih dahulu terdaftar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam dan harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Untuk diketahui, pemerintah telah menerapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199 Tahun 2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai dan Pajak Atas Impor Barang Kiriman. Walau secara umum, aturan ini memuat tentang turunnya ambang batas (threshold) bea barang kiriman dari USD 75 menjadi USD 3, produk IKM Batam tidak akan dikenakan bea masuk sebesar 7,5 persen.

“Selama ini kami mengirimkan produk jualan melalui pengiriman paket. Kami antarkan langsung ke Kantor Pos.

Alhamdulillah tidak ada kendala apapun terkait pengiriman barang karena kami berada di bawah naungan Dekranasda dan terdaftar pada Disperindag,” ujar Fitri, salah satu anggota Kelompok Usaha Bersama (Kube) Batik Mekar Berseri.

Dalam acara tersebut, ditampilkan juga hasil produk-produk dari para pelaku usaha kecil di Batam, seperti kain batik, kerajinan enceng gondok, barang rajutan tangan, tas dari kain batik dan kerajinan cangkang kerang.

Anggota para pelaku usaha IKM tersebut merupakan para ibu rumah tangga dari berbagai macam kecamatan di Batam yang memasarkan hasil produksi ke berbagai wilayah di Indonesia.

(*/TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved