Kekejaman KKB Papua, Rudapaksa Perawat Hingga Tewas dan Lempar ke Jurang

Aksi kekejaman KKB Papua membuat banyak orang mengutuk perbuatannya, tim medis menjadi korban pemerkosaan hingga pembunuhan. Aksi keji ini tentunya

Editor: Eko Setiawan
Facebook TPNPB
Belum Tuntas Total, KKB Papua Kembali Tantang TNI-Polri Perang Terbuka. Foto: Ilustrasi pasukan KKB Papua. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -- Kekejaman KKB Papua kepada tim medis memang tidak bisa dimaafkan.

Para KKB Papua ini melecehkan perawat dengan cara memperkosanya dan melemparnya kejurang.

Rentetan peristiwa berdarah yang mengakibatkan sejumlah nyawa melayang di Tanah Papua akibat ulah kelompok teroris bersenjata Papua atau KKB, mengundang kecemasan banyak pihak.

Secara terang-terangan kelompok kriminal bersenjata yang menamakan diri Organisasi Papua Merdeka itu mengaku sebagai pelaku di balik pembakaran Puskesmas yang mengakibatkan tewasnya tenaga kesehatan di di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Menyikapi perkembangan itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa sudah waktunya negara menindak tegas teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, dengan menurunkan seluruh matra kekuatan yang dimiliki.

Baca juga: Pesawat Rimbun Air Ditemukan Dekat Daerah Rawan KKB Papua

Baca juga: Pentolan KKB Papua Gigen Telenggeng Ditamngkap, Polisi Amankan Senjata Hasil Rampasan

"Sudah waktunya negara melakukan tindakan tegas dengan menurunkan seluruh matra kekuatan yang dimiliki. Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap teroris KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa," kata Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/9/2021).

Hal itu dikatakannya terkait tindakan teroris Kelompok KKB di Papua yang membakar Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Tindakan KKB tersebut membuat para tenaga kesehatan perempuan sampai dilecehkan hingga tewas, serta ditendang ke jurang.

Bamsoet meminta pemerintah menurunkan kekuatan empat Matra terbaik, selain Brimob Polri, yaitu Gultor Kopassus, Raiders, Bravo, dan Denjaka.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan waktu secepatnya kepada pasukan terbaik tersebut untuk menumpas teroris KKB di Papua.

Dia meminta pemerintah jangan ragu menindak tegas teroris KKB di Papua, terutama pasca-tindakan kelompok tersebut yang melakukan tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan hingga meninggal dunia.

"Sekali lagi saya tegaskan, sikat habis (KKB di Papua), urusan HAM kita bicarakan kemudian, jangan ragu bertindak hanya karena persoalan HAM. Utamakan keselamatan rakyat Indonesia," ujarnya.

Dia mengatakan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM) sudah mengakui tindakan tersebut adalah bagian dari aksi mereka.

Karena itu menurut dia, tidak ada alasan bagi TNI-Polri untuk tidak segera menumpas habis para teroris biadab kelompok kriminal bersenjata di Papua.

"Ke mana suaranya para aktivis HAM dan aktivis perempuan? Kenapa ketika saudara sebangsanya di bunuh dan diperkosa secara brutal, mereka diam? Namun ketika aparat negara menumpas para pelaku (KKB di Papua), mereka teriak soal HAM?," katanya.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved