Breaking News:

BATAM TERKINI

KUOTA Premium Dibatasi, Pengemudi Boat Pancung Batam Menjerit

Pengemudi boat pancung Belakangpadang - Sekupang Batam mulai mengeluhkan menipisnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Deretan kapal pompong di Pelabuhan Pancung Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri belum lama ini. Pengemudi boat pancung Belakangpadang - Sekupang Batam mulai mengeluhkan menipisnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengemudi boat pancung Belakangpadang - Sekupang yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Motor Sangkut (PPMS) mulai mengeluhkan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. 

Hal ini dikarenakan BBM yang diambil langsung dari salah satu SPBU di Sei Harapan dibatasi.

Biasanya, setiap pengambilan kuota yang diberikan pemerintah kota (Pemko) Batam melalui dinas terkait sebanyak 2.000 liter. 

Namun belakangan, SPBU hanya memberikan 1.000 liter setiap pengambilan BBM untuk PPMS Belakangpadang - Sekupang. 

Ketua Koperasi Pengemudi Motor Sangkut (KPMS) Belakangpadang, Muhamad Syafei mengatakan, dengan dibatasinya kuota BBM setiap pengambilan di SPBU, menyebabkan kekurangan premium untuk setiap boat pancung dalah hal ini mesin sangkut yang digunakan untuk mengangkut penumpang. 

"Kita sudah tanyakan kepada pihak SPBU atas dikurangnya kuota BBM kita ini. Pihak SPBU mengatakan, dikuranginya kouta BBM itu langsung perintah dari Pertamina," kata Syafei, Minggu (19/9/2021). 

Menurutnya, akibatnya operasional boat pancung pun terganggu untuk memberikan pelayanan transportasi laut dari Belakangpadang - Sekupang, maupun sebaliknya. 

Jika masalah ini tidak ada solusinya, dikhawatrirkan pelayanan transportasi laut untuk mengakut penumpang tidak akan bisa maksimal. 

"Dalam surat rekomendasi dari Pemko Batam melalui dinas terkait sudah jelas, kita Koperasi PMS red) mendapatkan kuota 2.000 liter sekali ambil ke SPBU. Kita minta pihak Pertamina untuk memperhatikan masalah ini. Karena semuanya menyakut pelayanan publik dalam bidang transportasi laut," katanya.

Baca juga: KABAR GEMBIRA! 24 Jam Terakhir Batam Nol Kasus Baru Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang

Syafei mengaku mendapat kabar, dikuranginya jatah premium untuk KPMS ini adanya rencana peralihan premium ke pertalite. 

"Jika pemerintah mau menghapus premium dan mengalihkan ke pertalite silahkan saja. Kubutuhan kami di KPMS janganlah dikurangi. Karena kami bukan mencari untung, namun memberikan pelayanan transportasi laut yang terbaik untuk masyarakat," katanya. 

Syafei mengatakan pihak Pertamina harus turun untuk melihat langsung keluhan para pengemudi boat pancung yang tergabung dalam PPMS Belakangpadang mendapatkan BBM. 

"Kami bukan cari untung, semua yang kami lakukan ini adalah untuk masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui boat pancung. Kami hanya memberikan jasa transportasi dengan pelayanan yang ada. Pak Wali mohon bantu kami atas kurangnya kuota BBM untuk pengemudi boat pancung," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Pertanian Sitanggang)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved