Breaking News:

Isi Surat Terbuka Napoleon Bonaparte Terkait Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

Tak hanya menganiaya Muhammad Kece, Napoleon Bonaparte diketahui juga melumuri tersangka penista agama itu dengan kotoran manusia.

TribunBatam.id/Istimewa via Tribunnews.com
Foto Irjen Napoleon Bonaparte dan Muhammad Kece. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kece menghentak publik.

Pria lulusan AKPOL tahun 1988 ini mengakui telah menganiaya tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece.

Kasus ini terungkap setelah Bareskrim Polri membenarkan adanya laporan yang didaftarkan atas nama Muhammad Kosman ke Bareskrim Mabes Polri pada 26 Agustus 2021.

Laporan tersebut didaftarkan Muhammad Kece dengan nomor laporan polisi 0510/VIII/2021/BARESKRIM pada 26 Agustus 2021 lalu.

Itu terjadi di dalam rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Irjen Napoleon Bonaparte pun membuat surat terbuka yang berisi alasannya hingga menganiaya Muhammad Kece.

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Mabes Polri

Baca juga: Omongan Abu Janda Terjadi, Polisi Tangkap Ustaz Yahya Waloni Setelah Tangkap Youtuber Muhammad Kece

Dilansir Tribunnews.com, Napoleon menyebutkan bahwa perbuatan Kece bisa membahayakan persatuan dan kerukunan umat beragama.

Selain itu, Napoleon juga menyayangkan tindakan pemerintah yang belum menghapus semua konten di media yang berkaitan dengan penodaan agama.

Napoleon Bonaparte tetap berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap Kece.

Tidak hanya menganiaya tersangka penista agama, Muhammad Kece.

Irjen Napoleon Bonaparte diduga melumuri Youtuber Muhammad Kosman alias Muhammad Kece dengan kotoran manusia.

Hal itu terungkap dalam hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (19/9/2021) malam, membenarkan informasi tersebut.

"Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku," kata Brigjen Andi.

Andi mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari yang sama Kece mengalami penganiayaan di sel isolasi.

Baca juga: FAKTA-FAKTA Sosok Muhammad Kece? Tersangka Penista Agama yang Ditangkap Polisi di Bali

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Jadi tersangka, Ancam Beberkan Semuanya: Tunggu Waktu dan Tanggalnya

"Iya, sambil memukul juga melumuri kotoran manusia," kata Brigjen Andi.

Kotoran manusia tersebut, kata Andi, telah disiapkan oleh Napoleon dan disimpan di kamar selnya.

Seorang saksi mengaku mendapat perintah untuk mengambil kotoran tersebut.

Lantas kotoran tersebut oleh pelaku dilumurkan ke wajah dan tubuh M Kece.

"Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri," kata Andi.

Irjen Napoleon menjadi terlapor dalam perkara penganiayaan yang dilaporkan oleh Muhammad Kosman alias Muhammad Kece ke Bareskrim Polri pada tanggal 26 Agustus 2021.

Perkara penganiayaan ini telah ditindaklanjuti oleh Bareskrim Porli, dan sudah tahap penyidikan.

Total sudah ada tiga saksi yang diperiksa pada awal kejadian sehingga kini bertambah jumlahnya.

Napoleon ditahan di Rutan Bareskrim Polri terkait perkara suap dan penghapusan "red notice" buronan Djoko Tjandra.

Berikut isi surat terbuka dari Napoleon yang dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (20/9/2021):

1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin.

Baca juga: Fakta-fakta yang Jarang Diketahui tentang Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte

Baca juga: CCTV Irjen Napoleon Bonaparte Bertemu Orang Djoko Tjandra Dibeberkan, Langsung Berikan Pembelaan

2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya.

3. Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia

4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu.

5. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece apapun risikonya.

KASUS Napoleon Bonaparte

Nama Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebelumnya menjadi sorotan.

Pria lulusan AKPOL tahun 1988 ini diketahui menganiaya tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece.

Bareskrim Polri sebelumnya membenarkan Muhammad Kece melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya di dalam rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Laporan tersebut didaftarkan Muhammad Kece dengan nomor laporan polisi 0510/VIII/2021/BARESKRIM pada 26 Agustus 2021 lalu.

Kasus itu dilaporkan pelapor atas nama Muhammad Kosman.

Irjen Napoleon Bonaparte sebelumnya ditahan terkait kasus Djoko Tjandra pada 14 Oktober 2020.

Lima bulan berselang, Napoleon dinyatakan bersalah.

Baca juga: Irjen Napoleon Seret Nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo & Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin?

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Jadi tersangka, Ancam Beberkan Semuanya: Tunggu Waktu dan Tanggalnya

Ia divonis empat tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider enam bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Namun, Napoleon merasa dirinya dilecehkan akibat terseret kasus Djoko Tjandra.

Ia mengaku lebih memilih mati.

Terkait vonisnya tersebut, Napoleon mengatakan pihaknya akan mengajukan banding.

Namun sayang, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tak mengabulkan banding yang ia ajukan.

Dilansir Tribunnews.com, Napoleon Bonaparte tetap dihukum empat tahun penjara.(TribunBatam.id)(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved