Penemuan Mayat di Batam, Ciri-ciri Pakai Kaos Hitam dan Celana Pendek
Warga Batu Merah Batam menemukan mayat pria mengapung di perairan, polisi koordinasi mengenai kemungkinan korban KM Tirta Mulya tenggelam
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Agus Tri Harsanto
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Batu Merah RT 017/RW 05, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Batam geger dengan penemuan mayat laki-laki mengapung di Pantai Batu Merah, Selasa (21/9/2021) pagi.
Mayat ditemukan di PT. Berdikari sebelah PT NOV Profab Indonesia.
Penemuan mayat tersebut ditemukan oleh seorang warga sekira pukul 06.00 WIB.
Menurut informasi yang diterima TRIBUNBATAM.id dari warga sekitar, mayat itu diperkirakan berusia 29 tahun ke atas.
Saat ditemukan, mayat laki-laki itu mengenakan baju kaos warna hitam, celana pendek jenis Levis warna coklat, dan mengenakan jam tangan dengan posisi telentang dan mengambang di bibir pantai.
Kapolsek Batu Ampar AKP Salahuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Ia betul, tadi sekira jam 7.00 WIB pagi kami mendapat laporan dari warga RT 017/ RW 05 bahwa ada penemuan mayat seorang mayat laki-laki mengapung di perairan Batu Merah," ujar Salahuddin melalui telepon WhatsApp, Selasa, (21/9/2021) pagi.
Dikatakannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpolairud dan Basarnas dan mendapatkan informasi dugaan sementara mayat tersebut merupakan salah satu kru kapal KM Tirta Mulya yang tenggelam di perairan Batu Ampar pada Minggu, (19/9/2021) lalu.
Lanjut Salahuddin, saat ini mayat tersebut sudah dievakuasi oleh tim Inafis dari Kepolisian Polresta Barelang, dan rencana akan di bawah ke RS. Bayangkara Polda Kepri untuk dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk memastikan identitas mayat tersebut. Nanti kita imfokan lagi kepada media," tutup Salahuddin.
Kru Kapal
Identitas mayat yang ditemukan warga mengapung di perairan sekitar Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepri akhirnya terungkap.
Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut bernama Sofian.
Pria kelahiran Jakarta, (27/7/1983) merupakan salah satu dari dua korban kru kapal KM. Tirta Mulia yang tenggelam di perairan Batu Ampar pada Minggu, (19/9/2021) sekitar pukul 09.00 WIB lalu.
Hal ini diperkuat dengan ciri-ciri korban dan pengakuan dari pihak PT Batam Putra Tempatan dan juga ayah korban yang bernama Madhorah yang ikut menyaksikan mayat anaknya tersebut dievakuasi.
Kapolsek Batu Ampar AKP Salahuddin saat dikonfirmasi TribunBatam.id mengakui bahwa mayat yang ditemukan mengapung tersebut merupakan salah satu kru kapal KM Tirta Mulya.
"Tadi pagi sekira pukul 08.10 WIB, petugas Kepolisian dan Basarnas menghadirkan agen kapal PT Batam Putra Tempatan dan sdr. Madhorah yang merupakan ayah korban, ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengecek dan memastikan mayat yang ditemukan oleh warga Kel. Batu Merah itu," ujar Salahuddin.
Dikatakannya, setelah dilakukan pengecekan dengan beberapa ciri-ciri, dipastikan bahwa mayat tersebut bernama Sofian yang saat ini di sedang dicari oleh Basarnas.
"Hingga saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri oleh Sat Polair Polresta Barelang, guna penyelidikan lebih lanjut," paparnya.
Kapal Layar Motor (KLM) Tirta Mulia sebelumnya diketahui tenggelam di perairan Batu Ampar, Minggu (19/9/2021) pagi.
Kapal pengangkut barang berukuran 142 GT yang ber-ABK 6 orang itu tenggelam diduga akibat mengalami kebocoran.
Di dalam kapal itu juga ada dua ABK yang ikut tenggelam.
Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Pos Basarnas Batam, Reza.
"Iya benar, kita telah menerima informasi untuk operasi SAR," ujarnya.
Kapal tenggelam itu terjadi pada pagi hari sekitar 09.00 WIB dan mengangkut semen sebanyak 700 ton.
Ia menerangkan, singkat kronologis kejadian bermula saat KM Tirta Mulia dengan ukuran GT 142 bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar ke Anchorage untuk perbaikan kebocoran pada lambung kapal bagian belakang.
Namun tak lama saat kapal tersebut berlabuh jangkar di perairan Batu Ampar ada dua orang ABK kapal KLM Zaqiah bernama Nurdin dan Sofian naik ke atas KLM Tirta Mulia untuk membantu proses penanggulangan kebocoran.
Namun pada saat awak kapal melakukan upaya penanggulangan kebocoran kapal dengan cara pemasangan pompa Alkon tiba-tiba air masuk ke dalam kapal dan mengakibatkan kapal karam dan 2 ABK yang ikut membantu itu Ikut Tenggelam hingga saat ini belum ditemukan.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2706_foto-ilsutrasi-mayat.jpg)