Breaking News:

LINGGA TERKINI

Kementerian LHK Sita Alat Berat dan Kendaraan Tambang PT YBP di Lingga

Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian LHK menyita alat berat dan kendaraan PT Yeyen Bintan Permata di Lingga terkait pertambangan

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Alat berat dan kendaraan truk PT Yeyen Bintan Permata tampak tersusun rapi di Implasemen Dabo Singkep. Ditjen Gakkum Kementerian LHK menyita alat berat dan sejumlah kendaraan tambang perusahaan, Rabu (22/9/2021) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah kendaraan tambang PT Yeyen Bintan Permata disita oleh Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK), Rabu (22/9/2021).

Sebelumnya, PT Yeyen Bintan Permata melakukan kegiatan penambangan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

Kegiatan penambangan itu tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Maka dari itu, Tim Ditjen Gakkum KLHK melakukan penyegelan dan menyita sejumlah alat berat dan dump truck di lokasi Izin Usaha Pertambangan PT Yeyen Bintan Permata di Desa Tinjul.

Kepastian PT Yeyen Bintan Permata tidak memiliki PPKH dalam kegiatan penambangannya di kawasan HPT, terkonfirmasi pada saat rapat bersama Tim Evaluasi Perizinan dan Investasi Kabupaten Lingga.

Rapat yang dihadiri Bupati Lingga itu dilakukan di ruangan rapat Kantor Bupati Lingga pada Kamis, 3 Juni 2021 lalu.

Direktur PT Yeyen Bintan Permata, Budi Susanto yang hadir di dalam forum rapat tersebut tidak dapat menunjukkan Surat Keputusan PPKH dari Menteri LHK.

Pihaknya mengakui, kegiatan penambangan yang dilakukan perusahaannya di kawasan HPT tersebut belum memiliki persetujuan Menteri.

Baca juga: Bupati Nizar Kunjungi Agromania BP Batam, Serius Majukan Sektor Unggulan Lingga

Baca juga: Dua Rumah di Lingga Dihantam Ombak Besar hingga Nyaris Roboh, Warga Goro Bangun Ulang

Bupati Lingga, Muhammad Nizar dalam rapat itu sudah mengingatkan direksi PT Yeyen Bintan Permata, untuk menghentikan sementara kegiatannya di lapangan, sampai mendapatkan persetujuan dari Menteri LHK.

Diketahui, bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Minerel Logam Bahan Galian Bauksit kepada PT Yeyen Bintan Permata, diberikan seluas 270 Hektare (Ha).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved