Breaking News:

BATAM TERKINI

BAWA 107 Kg Sabu dari Batam, Pelaku Dijanjikan Upah Rp 300 Juta, Kini Terancam Hukuman Mati

5 tersangka kasus 107 kg sabu yang kini terancam hukuman mati ternyata dijanjikan upah Rp 300 juta jika misinya berhasil.

TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah
5 tersangka yang menyelundupkan 107 kg sabu menggunakan kapal mewah merek SB Edward Blackbeard GT 18 Nomor 2255 LLa dari Batam menuju Kalimantan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus sabu jaringan internasional, China-Malaysia-Indonesia, yang berusaha menyelundupkan 107,258 kilogram sabu sempat membuat geger warga Batam.

Pasalnya, ratusan kilogram sabu tersebut diselundupkan oleh 5 (lima) tersangka menggunakan kapal mewah merek SB Edward Blackbeard GT 18 Nomor 2255 LLa dari Batam menuju Kalimantan.

Bahkan, terungkap fakta baru jika kelima tersangka akan mendapatkan upah besar saat berhasil mengirimkan barang haram tersebut.

"Variatif, ada yang Rp 200 juta dan ada yang Rp 300 juta," ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id, Jumat (24/9/2021).

Tidak hanya itu, Lulik mengungkapkan jika masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda.

Peran RA (26) asal Jakarta adalah perekrut kru kapal dan pengendali (mengatur) pergerakan barang.

Baca juga: KEPRI Gagal Miliki Kewenangan Pungut Retribusi Labuh Jangkar

Baca juga: HUT ke-19 Provinsi Kepri, Walikota Batam : Jadikan Momentum Kebangkitan Ekonomi

Sedangkan AZA (23), asal Jombang Jawa Timur, sebagai kapten kapal Yacht mewah tersebut dan juga bertugas mengurus surat-surat izin berlayar.

"Tersangka FOS (26) asal Batam bertugas menyediakan segala keperluan kru kapal selama di Batam," paparnya.

FOS sendiri merupakan satu-satunya warga Batam dalam kasus ini.

Sementara, tersangka EAH (25) asal Pitung Sulawesi Utara berperan sebagai mualim 1 kapal mewah tersebut dan H alias FZ asal Jawa Barat bertugas sebagai pengendali barang.

Diketahui, kelima tersangka sendiri berpendidikan cukup tinggi. Di mana, rata-rata mereka adalah lulusan Diploma III (D3).

Kelimanya terancam hukuman mati karena dianggap melanggar pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 juncto pasal 115 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved