Breaking News:

Inovasi Politeknik Batam dalam Meningkatkan Prokes

Jurusan Elektro Politeknik Negeri Batam menciptakan suatu alat dan metoda yang dapat membantu pengawasan serta penegakan prokes dimasyarakat.

Ist
Foto serah terima alat ke pihak pelabuhan punggur Batam 

TRIBUNBATAM.id - Kasus penyebaran virus Covid-19 di kota Batam sudah bergerak melandai dan berkurang. Pemerintah pusat mengolongkan daerah Batam dan sekitarnya untuk tetap menjalankan PPKM level 3. 

Ini menandakan bahwa penyebaran penyakit corona masih bisa mengancam. Sehingga penerapan protokol Kesehatan (prokes) tetap harus ditetapkan. 

Salah satu protokol Kesehatan yang harus dilakukan adalah pengunaan masker dan tidak berkelompok dalam jarak dekat. Hal ini mudah untuk disebutkan namun sulit untuk diterapkan. 

Terkadang kita masih lalai dalam pelaksanaan prokes karena berbagai macam alasan.

Dalam PPKM level 3, masyarakat sudah diperbolehkan untuk beraktivitas normal secara terbatas. Dimana masyarakat sudah lebih mudah dalam mengunakan transportasi umum, melakukan proses jual beli baik di toko, di mall maupun di pasar. 

Daerah wisata sudah mulai dibuka sehingga hotel-hotel okupasinya menjadi meningkat. Pembelajaran di Kampus Politeknik Negeri Batam juga sudah mulai dibuka. 

Berbagai pelonggaran aktivitas ini sangat memungkinkan masyarakat untuk abai untuk melaksanakan prokes yang sudah ditetapkan.

Pemerintah khususnya pemerintah kota Batam telah menerapkan beberapa aturan untuk penegakan prokes. Namun pastinya pengawasan dari aparat pemerintah masih dirasa kurang jika melihat luasnya daerah yang harus diawasi. 

Jurusan Elektro Politeknik Negeri Batam menciptakan suatu alat dan metoda yang dapat membantu pengawasan serta penegakan prokes dimasyarakat.

Inovasi ini memanfaatkan sebuah kamera yang biasa dipakai komputer beserta sebuah komputer dan sebuah layar untuk menampilkan hasilnya. 

Sistem ini dibuat dengan sebuah program kecerdasan buatan sehingga mampu mendeteksi orang yang mengunakan masker

Selain itu juga dapat mendeteksi adanya kerumunan yang jarak diantara orang-orang tersebut kurang dari 1,5 meter.

Selain itu juga sistem ini dapat mengeluarkan peringatan jika dideteksi adanya orang yang tidak mengunakan masker atau jarak antara orang kurang dari yang ditentukan. 

Alat ini telah ditempatkan di setiap gedung utama di Politeknik Negeri Batam serta dimanfaatkan oleh beberapa hotel yang ada di Batam.

Untuk mencegah penularan virus Corona dikarenakan pergerakan masyarakat Batam dan sekitarnya yang memanfaatkan transportasi laut, maka alat dan sistem ini ditempatkan di Pelabuhan Pungur. 

Alat ini telah diserah terimakan kepada pihak Pelabuhan Pungur pada tanggal 21 Juni 2021

Hal ini juga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang untuk mudik dan kembali pada saat hari raya Idul Fitri.

Sampai saat ini alat masih berfungsi sangat baik dan menurut pengelola Pelabuhan sangat membantu dalam pengawasan penumpang dan mengingatkan pengunjung yang tidak mengunakan masker atau berkerumum pada saat jumlah petugas sedikit. 

Diharapkan alat ini dapat mengingatkan masyarakat untuk selalu taat menjaga protokol kesehatan, sehingga penyebaran penyakit ini dapat ditekan dan dapat segera teratasi secepatnya.

Penulis: Daniel Sutopo Pamungkas. PhD

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved