Breaking News:

Siswi MTs Lingga Juara Pertama di KSM Provinsi, Bakal Wakili Kepri di Tingkat Nasional

Fadira Rahadatul Aisy, siswi MTs Aqidatunnajin Daik Lingga meraih juara 1 di ajang KSM Kepri. Ia akan wakili Kepri di ajang nasional Oktober mendatang

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Foto Fadira Rahadatul Aisy, siswi MTs Aqidatunnajin asal Lingga raih peringkat 1 KSM Provinsi Kepri dan akan mewakili Kepri di tingkat nasional cabang IPA Terintegrasi. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Seorang siswi MTs Aqidatunnajin Daik di Kabupaten Lingga, raih peringkat pertama di ajang KSM)'>Kompetisi Sains Madrasah ( KSM) tingkat Provinsi Kepri.

Hal itu berdasarkan pengumuman website KSM pada Sabtu (25/9/2021) lalu.

Siswi itu bernama Fadira Rahadatul Aisy, dan mengikuti cabang IPA Terintegrasi.

Atas prestasinya itu, putri kedua pasangan Selamat dan Roswita ini, akan menjadi satu-satunya peserta cabang IPA Terintegrasi yang mewakili Provinsi Kepri di Tingkat Nasional pada 23 Oktober 2021 mendatang.

Wakil Ketua Kesiswaan, Riska Apriliza mengatakan, pihaknya berencana membuat kegiatan bimbingan intensif untuk Fadira Rahadatul Aisy yang akan berlaga di tingkat Nasional nanti.

“Alhamdulillah kalau untuk selama ini selain bimbingan dari guru pembina, kami juga sangat terbantu dengan bimbingan mandiri ananda Fadira di rumahnya.

Karena kebetulan sang ibu juga merupakan guru Biologi," tutur wanita yang juga koordinator pembina kegiatan ekstrakurikuler MTs Aqidatunnajin ini.

Baca juga: Wisata di Lingga Kembali Bangkit, Benan Island Resort Hadir di Pulau Benan

Baca juga: Seluruh Puskesmas di Lingga Serentak Gelar Vaksinasi Covid-19 kepada Ibu Hamil

Sementara itu Kepala MTs Aqidatunnajin, Armain, berharap ada perhatian dari Kanwil Kemenag Provinsi Kepri untuk memfasilitasi pembimbing yang lebih kompeten.

Apalagi menurutnya, Farida akan membawa nama Provinsi Kepri di ajang nasional ini.

Farida pun diharapkan mampu mengharumkan nama Kepri nantinya di ajang KSM Tingkat Nasional.

“Tentu anak kita butuh pemusatan latihan atau training center dalam mempersiapkan diri dengan maksimal," tutur Armain.

Armain menyampaikan, meski sekolah yang dipimpinnya punya keterbatasan, ia bersyukur pihaknya masih bisa berusaha.

“Alhamdulillah kita masih punya ‘modal’ semangat ingin maju.

Ini semua atas bantuan Allah dan melalui asbab keikhlasan, kegigihan dan kesungguhan para guru pembina," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved