Breaking News:

HUMAN INTEREST

KISAH Pilu Rafiei, Dulu Ditembaki Taliban, Kini 7 Tahun di Batam Tanpa Masa Depan

Seorang Imigran asal Afghanistan menceritakan kisah pilunya selama mencari suaka usai lari dari pasukan Taliban dan kini tanpa masa depan di Batam

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Ishaq Ali Rafiei (27), seorang Imigran asal Afghanistan menceritakan kisah pilunya selama mencari suaka usai lari dari pasukan Taliban dan kini tanpa masa depan di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Para pencari suaka asal Afghanistan rela berpeluh-peluh di bawah terik matahari, dan berhujan-hujan saat cuaca buruk, guna menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah daerah setempat.

Pada Senin (27/9/2021), ratusan pencari suaka kembali menggelar aksi demonstrasi di Lapangan Pamedan, Kota Tanjunginang, Kepulauan Riau (Kepri).

Sepekan yang lalu, aksi serupa juga terlihat digelar di halaman Kantor DPRD Kota Batam, pada Rabu (22/9/2021).

Kehidupan sehari-hari memang tidak mudah dijalani bagi para pencari suaka.

Melarikan diri dari negara yang sedang berkonflik, sejumlah warga Afghanistan pun berbondong-bondong mencari tempat berlindung, yang sebagiannya terdampar di Kota Batam, Kepri, Indonesia.

"Kami tidak bisa pulang kembali ke Afghanistan karena negara kami masih tidak aman akibat pendudukan Taliban. Sementara itu, di sini (Indonesia) kami tidak punya hak-hak selayaknya warga negara," keluh salah seorang warga negara asing (WNA) asal Afghanistan, bernama Ishaq Ali Rafiei (27), yang sudah tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Sekupang, Batam, sejak hampir delapan tahun yang lalu.

Mulanya, Rafiei bertolak mencari perlindungan dari negaranya di tahun 2013.

Baca juga: DAFTAR Agenda Kunjungan Presiden Jokowi ke Batam Besok, Selasa 28 September 2021

Baca juga: JADWAL Penerbangan dari Bandara Hang Batam, Hari Ini Ada 9 Rute Penerbangan

Kala itu, ia pertama kali mendarat di Jakarta untuk mencari suaka.

Setelahnya, ia dan beberapa pengungsi Afghanistan lainnya pun dikirim ke Kepri.

Di Batam, ada yang ditampung di Rudenim Sekupang, dan ada pula yang tinggal di Hotel Kolekta, Lubuk Baja, Batam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved