Breaking News:

BATAM TERKINI

Polemik Pelebaran Jalan Batu Besar, DPRD Batam: Kenapa Harus 70 Meter Sih?

Anggota DPRD Batam Muhammad Yunus bereaksi terkait rencana pelebaran jalan Batubesar Nongsa oleh Pemko Batam.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Masyarakat Batubesar, Kecamatan Nongsa Batam saat menggelar aksi protes terhadap rencana pelebaran jalan di Nongsa, Jumat (17/9). 

Meski, ketika meninggalkan tempat lama dan berjualan di tempat yang baru, segmen pasar pasti berkurang.

"Para pedagang Batubesar itu kan konsumennya warga sekitar semua yang sudah berlangganan di situ sejak lama.

Kalau direlokasi ke tempat yang baru maka akan mulai dari nol lagi," ujar Ali.

Ali Jasman beserta pedagang Batubesar lainnya juga berharap pemerintah dapat menyediakan sedikit ROW jalan sebagai tempat bagi pedagang untuk kembali berjualan di tempat yang sama, dengan susunan yang lebih tertata.

Baca juga: Wacana Pelebaran Jalan di Batu Besar Nongsa Batam, Dewan Minta Masyarakat Dilibatkan

Baca juga: Sampah Berserak, Warga Batu Besar Minta Pemko Batam Sediakan Bin Kontainer di Jalan Hang Kesturi

"Kami mendukung semoga proses pelebaran jalan ini lancar, sehingga kemacetan bisa berkurang.

Kami hanya berharap diberikan kesempatan untuk berjualan lagi di tempat yang sama," tambahnya.

Rencananya, warga tersebut akan direlokasi di lahan yang telah disediakan Badan Pengusahaan (BP) Batam, yakni di daerah Sambau, Nongsa.

Tetapi tidak menutup kemungkinan relokasi ditempatkan di lahan lain yang dirasa lebih cocok untuk mendukung kegiatan usaha warga terdampak.

Pelebaran jalan di sepanjang kawasan Batubesar itu akan ditertibkan hingga ukuran jalan ROW 70 tersebut dapat digunakan seluruhnya.

Baca juga: Kecamatan Nongsa Batam Kini Zona Hijau, Nihil Kasus Covid-19

Baca juga: PENEMUAN MAYAT DI BATAM - Seorang Pria Ditemukan tak Bernyawa di Pantai Palm Spring Nongsa

"Kebijakan kami di wilayah Nongsa ini, jalan dari lampu merah Batubesar akan kami bersihkan, demi mendukung kegiatan pariwisata di sana.

Sekaligus juga mendongkrak perekonomian warga Nongsa," jelas Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, ketika diwawancarai usai rapat, pada Senin (20/9/2021) sore.

Amsakar tidak menampik jika sejumlah pedagang memohon untuk menunda relokasi.

Hanya saja pemerintah berkeinginan dua atau tiga tahun kedepan proyek ini sudah langsung dikerjakan.

"Maka disepakati lah akhir bulan Oktober," ujar Amsakar Achmad.

Menurut Amsakar, warga seluruhnya sudah memahami akan adanya proyek penataan jalan tersebut, dan berkomitmen untuk mendukung pemerintah.

Dalam hal ini, Pemko Batam tidak memberikan ganti rugi, melainkan menyediakan support untuk mendukung proses relokasi warga.

Ia menambahkan, tim terpadu juga akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap warga yang belum terdata.
Selain itu, pembahasan terkait tempat relokasi juga masih terus dibicarakan.

"Tentu support untuk pemindahan ke tempat yang baru, Pemko Batam akan fasilitasi.

BP Batam juga sudah menyediakan lahan relokasi di daerah Sambau," ujar Amsakar Achmad.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved