Breaking News:

BERITA SINGAPURA

Pusat Grosir Singapura Ditutup 3 Hari karena Covid-19, Pasokan Buah dan Sayuran Terganggu

Covid-19 di Singapura belum reda, pusat grosir Pasir Panjang ditutup tiga hari karena corona, pasokan sayuran di Singapura bisa terganggu

Penulis: Alfian Zainal | Editor: Agus Tri Harsanto
ROSLAN RAHMAN / AFP
SINGAPURA - Pemandangan gedung distrik bisnis keuangan di Singapura pada 28 Juni 2021. Mulai hari ini pusat grosir sayuran dan buah ditutup selama 3 hari karena covid-19. (ROSLAN RAHMAN / AFP) 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Pusat Grosir Pasir Panjang Singapura akan ditutup selama tiga hari mulai Senin (27/9) sore ini untuk disinfeksi. Sebelumnya kasus Covid-19 terdeteksi di antara orang-orang yang bekerja di dan mengunjungi tempat itu.

Badan Pangan Singapura (SFA) mengatakan, penutupan itu akan menyebabkan "beberapa" gangguan pada pasokan buah dan sayuran Singapura, kata SFA dalam rilis media, Minggu, seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Channel News Asia. Pusat grosir itu akan tutup mulai pukul 15.00 waktu setempat sampai 30 September.

Untuk diketahui, sekitar 30-50 persen impor buah dan sayuran Singapura ditangani di Pusat Grosir Pasir Panjang.

Meskipun akan ada beberapa gangguan pasokan buah dan sayuran, SFA hanya menyatakan untuk waktu yang sangat singkat karena pusat grosir itu biasanya tutup pada Hari Senin.

SFA bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, seperti asosiasi buah dan sayuran, pedagang yang terkena dampak, serta importir dan pengecer, untuk meminimalkan dampak pada pasokan makanan Singapura dari penutupan sementara.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Singapura, Tetangga Batam Pecah Rekor Kasus Corona, Kok Bisa?

SFA juga mengingatkan anggota masyarakat untuk mematuhi langkah-langkah manajemen yang aman dan menjaga kebersihan pribadi yang baik ketika mengunjungi tempat-tempat seperti pasar basah, pusat jajanan dan kedai kopi.

"Kami juga meningkatkan frekuensi pengujian untuk semua orang yang bekerja di pusat grosir Pasir Panjang selama tujuh hari ke depan," kata SFA.

Singapura saat ini mengimpor makanan dari lebih dari 170 wilayah, termasuk dari Indonesia.

Untuk memastikan pasokan pangan ke untuk masyarakat Singapura aman, SFA mengadopsi strategi multi-cabang, termasuk diversifikasi impor.

Selama pandemi Covid-19, pasokan makanan ke negara itu stabil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved