Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

9 Jenis Mangrove Ditemukan di Tanjungpinang, Bakal Dijadikan Pemikat Wisatawan

Mahasiswa dan Dosen Umrah Tanjungpinang menemukan 9 jenis mangrove yang nantinya akan dijadikan sebagai pemikat wisatawan datang ke kota itu.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wisata, Pengudang, Kabupaten Bintan beberapa hari lalu. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

PKM ini berkenaan terhadap pengenalan konsep edukasi wisata mangrove berbasis pengelolaan sampah dan biota asosiasu di Desa Wisata, Pengudang, Kabupaten Bintan.

Dosen Ilmu Kelautan, Rika Anggraini menyampaikan, rangkaian kegiatan PKM tersebut di antaranya survei ekosistem, sosialisasi hasil kepada penggerak wisata dan perangkat desa serta terakhir adalah pembuatan media informasi berupa buku dan papan informasi yang dapat bermanfaat bagi tambahan informasi untuk wisatawan.

"Kami melakukan pemasangan papan nama mangrove. Tujuannya untuk menarik minat wisatawan berkunjung karena adanya pembelajaran warga yang berwisata," ujarnya, Selasa (28/9/2021).

Penetapan nama mangrove diperoleh dari hasil studi lapangan yang telah dilakukan terlebih dahulu oleh Prodi Ilmu Kelautan.

"Dari hasil studi lapangan tersebut ditemukan 9 jenis mangrove. Di antaranya, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Avicennia lanata, Lumnitzera littorea, dan Nypa fruticans," jelasnya.

Sebagai informasi, Mangrove atau disebut juga bakau adalah tumbuhan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.

Baca juga: DAFTAR 13 Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Tanjungpinang, Selasa 28 September 2021

Baca juga: KASUS Baru Covid-19 di Kepri Tambah 26 Orang, 36 Pasien Sembuh

Ekosistem mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting.

Secara fisik mangrove berperan sebagai pelindung pantai dari abrasi, selain itu mangrove yang memiliki bentuk perakaran yang khas berperan sebagai perangkap sedimen, sampah dan bahan pencemaran yang bersumber dari darat sehingga dapat meilindungi ekosistem yang berada di depannya (padang lamun dan terumbu karang).

"Jika dilihat dari segi biologi dan ekonomi mangrove menyediakan tempat perlindungan bagi biota yang berasosiasi untuk berlindung dari pemangsa dan tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat bertelur serta tempat pembesaran anak-anak ikan, udang moluska, kepiting dan biota lainnya yang berada di ekosistem mangrove tersebut," katanya.

Selain itu mangrove juga mempunyai peran yang penting secara ekonomis, seperti kayu mangrove yang digunakan untuk bahan bakar dan bangunan, buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat-batan serta bahan makanan.

Tidak hanya itu, mangrove juga menyediakan biota-biota yang bernilai ekonomis tinggi.

Selain itu mangrove dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata untuk dinikmati keindahannya, dan juga sebagai peluang bagi masyarakat membuka lapangan kerja, serta sebagai tempat edukasi dalam menjaga lingkungan yang lestari. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved