Breaking News:

BATAM TERKINI

4 WNI Curi Ikan di Selat Malaka Pakai Kapal Malaysia, Sempat Kabur saat Akan Ditangkap

Sebuah kapal berbendera Malaysia dengan awak kapal semuanya warga negara Indonesia tertangkap saat melakukan ilegal fishing di perairan Selat Malaka.

ISTIMEWA
PSDKP Tangkap kapal illegal fishing di perairan Selat Malaka  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap satu kapal ikan illegal fishing berbendera Malaysia di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka.

Meskipun kapal berbendera Malaysia, namun  dioperasikan nakhoda dan awak kapal warga negara Indonesia. 

Adanya penangkapan ini sekaligus membuka fakta masih maraknya kapal asing mencuri ikan di laut Indonesia.

“Aparat kami berhasil mengamankan satu kapal pelaku ilegal fishing berbendera Malaysia dengan alat tangkap trawl yaitu SLFA 5219”, terang  Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin melalui humas KKP, Rabu (29/9/2021).

Dalam operasi penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Hiu 17, sempat terjadi kejar-kejaran dengan para pelaku pencurian ikan.

Berkat kesigapan aparat, kapal tersebut berhasil dilumpuhkan. 

Adin juga menyampaikan bahwa meskipun kapal tersebut merupakan kapal berbendera Malaysia, namun seluruh awak kapal yang berjumlah 4 orang merupakan warga negara Indonesia.

Baca juga: Kapal ke Batam Ada 6 Trip, Cek Jadwal Kapal Ferry dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang

Baca juga: JADWAL dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Tanjungpinang, 29 September 2021, Ada 15 Lokasi

Adin menjelaskan bahwa saat ini kapal beserta seluruh awak telah di ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses hukum lebih lanjut.

“Ini modus operandi yang masih sering kita temui khususnya di WPPNRI 571 Selat Malaka. Jadi mereka menggunakan nelayan-nelayan Indonesia untuk melakukan pencurian ikan di wilayah perairan kita,” ujar Adin.

Senada dengan penjelasan Adin, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir jajarannya banyak mengamankan kapal Malaysia yang diawaki oleh nelayan Indonesia.

Ipunk merinci bahwa pada tahun 2020, sebanyak 8 kapal dengan 29 orang awak WNI berhasil diamankan, sedangkan pada tahun 2021 terdapat 9 kapal dengan 32 orang WNI yang ditangkap di perairan Selat Malaka.

“Selama dua tahun ini ada 61 nelayan Indonesia yang bekerja di kapal Malaysia dan melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia. Ini tentu harus menjadi perhatian kita semua,” ujar Ipunk. 

Ipunk pun memastikan bahwa jajarannya di lapangan akan tetap menindak tegas para pelaku pencurian ikan ini.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menginstruksikan jajaran Ditjen PSDKP untuk menjadi Benteng KKP dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved