Breaking News:

PANCASILA

Kesaksian Pengangkat Jenazah 7 Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya Dalam Peristiwa G30S/PKI

7 Pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S/PKI yang tejadi pada 30 September 1965. Lalu bagaimana kesaksian para pengangkat jenasah para korban?

Istimewa
7 Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI 

Putusnya tali itu membuat jenazah keduanya jatuh lagi kedalam sumur tua.

Ven Kandou melanjutkan jika dirinya semakin sedih tatkala melihat kondisi para jenazah, terutama jenderal Ahmad Yani.

"Sedih, saya melihat pak Yani lehernya disayat hampir putus," kata Ven Kandou.

Sugimin juga mengatakan kondisi jenazah Ahmad Yani yang paling memprihatinkan.

"Mungkin Pak Yani diberondong tembakan berkali-kali."

"Pada waktu (jenazah Ahmad Yani) diangkat kotoran dari perutnya keluar (sobek akibat berondongan peluru sebelumnya), jenazah yang lainnya tak ada yang sampai seperti itu," ujar Sugimin.

Perlu 2-3 jam bagi tim untuk mengangkat semua jenazah keluar dari sumur tua di Lubang Buaya itu.

Lalu, mengapa Soeharto tak diculik Gerakan 30 September / G30S dan dibunuh seperti nasib Tendean, MT Haryono, Letjen Soeprapto dan DI Panjaitan?

Teka-teki sejarah itu akhirnya terjawab 

Seperti yang kita ketahui bersama, peristiwa Gerakan 30 September (G30S) masih menyimpan teka-teki.

Teka-teki itu salah satunya menyangkut peran Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Dari berbagai teori tentang dalang G30S, ada satu yang meyakini Soeharto-lah yang sebenarnya berada di balik peristiwa G30S dan pembantaian ratusan ribu orang yang menyusulnya.

Teori ini didukung sebuah pertanyaan sederhana: Mengapa Soeharto tidak ikut diculik dan dibunuh oleh PKI seperti jenderal-jenderal lainnya?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu dipahami dulu keadaan politik yang melatarbelakangi peristiwa G30S.

Baca juga: Peran Kho Tjioe Liang Dokter Keturunan Tionghoa & Cerita Evakuasi Jenazah 7 Pahlawan di Lubang Buaya

Baca juga: Daftar Lengkap Pahlawan Revolusi Indonesia, Berikut Pangkat dan Jabatannya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved