Breaking News:

SEJARAH Sungai Carang Tanjungpinang, Dulu Pusat Pemerintahan Negara Besar

Mungkin tak banyak yang tahu jika di masa dulu, kawasan Sungai Carang pernah menjadi pusat pemerintahan negara yang besar.Simak sejarahnya di sini.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Mungkin tak banyak yang tahu jika di masa dulu, kawasan Sungai Carang pernah menjadi pusat pemerintahan negara yang besar. 

Demikianlah pantun itu memberikan informasi tentang keberadaan bandar yang mula-mula dibangun, Riau Lama, yang terdapat di kawasan Tanjungpinang.

Pantun itu pun menjadi bukti aktivitas bersastra memang menjadi kebiasaan hidup sehari-hari orang Melayu Kepulauan Riau, khasnya Tanjungpinang.

Sehingga sebagian besar peristiwa yang terjadi di kawasan ini terekam dalam karya sastra.

Sastra telah menjadi roh kehidupan masyarakat.

Tanjungpinang parit pemutus
Di situ tempat Riau Lama
Kasih sayang janganlah putus
Kalau dapat biarlah lama

Setelah lebih kurang sepuluh tahun di Sungai Carang, Hulu Riau, pada 1683 Sultan Ibrahim memindahkan kembali pusat kerajaan ke Johor.

Dalam pada itu, empat tahun kemudian misi Belanda di bawah pimpinan William Velentyn berkunjung ke Riau Lama pada 2 Mei 1687.

Setelah lebih kurang empat belas tahun dibangun, mereka mendapati pusat Riau Lama itu berkembang menjadi bandar perdagangan yang sangat maju dan ramai.

Orang-orang dari pelbagai penjuru dunia datang ke sana dan mereka terkagum-kagum akan kepiawaian orang Riau-Johor dalam mengelola pelabuhan, laut, dan perdagangan.

Pada 1709 Sultan Johor-Riau Abdul Jalil Riayat Syah memindahkan kembali pusat kerajaan ke Sungai Carang, Hulu Riau, dalam suatu perpindahan besar-besaran.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved