Breaking News:

BATAM TERKINI

Direktur PT PMB Disidang, Buntut Kasus Alih Fungsi Hutan Lindung Batam di Nongsa

Direktur PT PMB Ramudah disidang terkait kasus dugaan alih fungsi hutan lindung Batam jadi kaveling di Nongsa. Agenda sidang keterangan saksi

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Sidang kasus dugaan alih fungsi hutan lindung jadi kaveling bodong di Kecamatan Nongsa Batam, Selasa (5/10/2021) dengan terdakwa Direktur PT PMB bernama Ramudah alias Ayang 

Dalam persidangan, ia mengaku jika PT PMB telah melakukan penyewaan alat berat sekira bulan September atau Oktober 2019 silam.

Transaksi sewa itu dilakukan melalui Komisaris PT PMB bernama Zazli.

"Ada 3 unit yang disewa. Eskavator semua. Harga sewa Rp 150 ribu per jam dan sudah melebihi batas waktu. Bahkan tidak pernah dibayar dan awalnya saya sudah dikasih cek kosong," kesalnya.

Merespons ini, Sri Endang Amperawati Ningsih pun langsung melontarkan pertanyaan kepada terdakwa, Ramudah alias Ayang.

"Apakah terdakwa keberatan dengan penyampaian saksi?" tanya Sri.

Tanpa rasa ragu, Ayang pun tampak menjawabnya dengan tegas.

"Tidak Yang Mulia," ujar Ayang.

Sebagaimana diketahui, Ayang sendiri ditangkap oleh petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia sekira Mei 2021 lalu.

Ia sempat 2 (dua) kali mangkir saat KLHK memanggilnya untuk diperiksa atas dugaan aktivitas ilegal alih fungsi lahan hutan lindung di Batam.

Direktur Penegakan Hukum Ditjen Gakkum KLHK, Nazid Nurhuda mengatakan, tindakan Ayang akan dikenakan sangkaan sesuai pasal 98 ayat 1 juncto pasal 116 ayat 1 huruf B Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juncto pasal 55 dan/atau pasal 56 KUH Pidana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved