Selasa, 9 Juni 2026

BATAM TERKINI

56.000 Dokumen Lahan Bermasalah di Batam Bakal Diselesaikan hingga 2022

BP Batam akan menyelesaikan lahan bermasalah di Batam hingga 2022 mendatang. Total 56.000 dokumen akan diselesaikan agar bisa dimanfaatkan.

Tayang:
FREEPIK.COM
BP Batam akan menyelesaikan lahan bermasalah di Batam hingga 2022 mendatang. Total 56.000 dokumen akan diselesaikan agar bisa dimanfaatkan. Ilustrasi izin lahan di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Di tengah kondisi pandemi Covid-19, pembenahan aset lahan yang selama ini bermasalah di Batam, tetap berjalan.

Hingga saat ini, sudah 3.700 hektare dari sekitar 5.000 hektare lahan terlantar diselesaikan dan didorong dimanfaatkan penerima alokasi lahan.

Dokumen lahan bermasalah, sudah 13.000 yang terselesaikan dari 56 ribu dokumen.

Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, belum lama ini di Batam.

"Sekitar 5 ribu hektar lahan terlantar. Sekitar 3.700 hektar kita dorong untuk dimanfaatkan, sesuai peruntukannya," ujar Sudirman, Rabu (6/10/2021).

Diakuinya untuk lahan-lahan terlantar, pihaknya sudah memberikan intruksi pemanfaatan lahan.

Bahkan, BP Batam membantu penerima alokasi lahan untuk mencari investor.

Sehingga, lahan-lahan telantar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: Jefridin Ngaku Tak Tahu Namanya Masuk 3 Besar Calon Sekdaprov Kepri

Baca juga: BURSA Sekdaprov Kepri, Gubernur Kepri Kirim 3 Nama ke Kemendagri

"Kita tidak mengghukum. Sehingga bisa dimanfaatkan," katanya.

Ia melanjutkan ada juga alokasi lahan yang dicabut, karena penerima alokasi lahan, tidak mampu memanfaatkan.

Namun, lahan-lahan itu diakui sudah dialokasikan ulang.

"Ada dicabut dan dialokasikan ulang. Sehingga, bisa memberikan dampak ekonomi bagi Batam," katanya.

Sementara untuk dokumen bermasalah, pihaknya diakui sedang melakukan proses verifikasi dan validasi data.

Dimana, pada tahun 2020 lalu, pihaknya sudah menyelesaikan sekitar 13 ribu dokumen lahan, yang sudah diselesaikan tahun lalu.

"Akan berlanjut tahun ini. 56.000 dokumen yang harus diselesaikan, pada akhir tahun depan (2022)," katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved