Breaking News:

Aturan Vaksin Baru Bagi Penyitas Covid-19, Selang 1 Bulan Boleh Vaksin

Aturan tersebut berdasarkan ketentuan baru dari Kementerian Kesehatan RI yang tertuang dalam Surat Edaran nomor HK.02.01/I/2524/2021 tentang Vaksinasi

Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/ Pertanian Sitanggang
Vaksinasi corona di SP Plaza Batam 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Aturan baru dari kementerian kesehatan Republik Indonesia terkait jarak vaksin bagi penyitas berubah.

Sebelumnya penyitas harus melewati masa 3 bulan pasca sembuh baru boleh kembali ikut vaksin.

Namun kali ini, aturan tersebut sudah diperbaharui. Mereka tidak harus menunggu waktu 3 bulan setelah sembuh.

Penyintas covid-19 saat ini bisa divaksinasi jarak sebulan setelah dinyatakan sembuh.

Aturan tersebut berdasarkan ketentuan baru dari Kementerian Kesehatan RI yang tertuang dalam Surat Edaran nomor HK.02.01/I/2524/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 Bagi Penyintas.

Sebelumnya, penyintas Covid-19 baru dapat melakukan vaksinasi setelah tiga bulan dinyatakan sembuh.

Dimintai tanggapannya, Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, pihaknya telah menerima edaran terbaru dari Kemenkes RI terkait aturan baru vaksinasi Covid-19 bagi penyintas.

“Sudah kami terima edarannya. Jadi sekarang, satu bulan setelah dinyatakan sembuh, sudah boleh divaksin,” ucap Rachmadi, Kamis (7/10/2021).

Rachmadi menjelaskan, dalam edaran tersebut disebutkan penyintas covid boleh divaksin setelah satu bulan dan tiga bulan dinyatakan sembuh.

Tentunya itu juga tergantung kondisi orang yang akan divaksinasi.

“Sebelum divaksin kan, petugas kesehatan akan melakukan screening lebih dulu dan melihat kondisinya seperti apa. Apabila sudah memenuhi syarat, satu bulan juga sudah bisa divaksin,” tambahnya.

Sebaliknya, apabila penyintas belum memenuhi syarat untuk vaksinasi, maka penyintas covid-19 harus menunda vaksinasi hingga benar-benar sembuh dan diperbolehkan untuk vaksinasi.

“Jadi tergantung derajat keparahannya seperti apa, apabila ringan sampai sedang itu dalam kurun waktu satu bulan sudah bisa divaksin,” terangnya.

Sementara untuk jenis vaksin yang diberikan kepada penyintas, juga berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan.

"Kalau itu bisa jenis apapun sesuai dengan ketersediaan vaksin di daerah," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved