Breaking News:

WISATA LINGGA

POTRET Wisata Perigi Hang Tuah di Lingga, Saksi Bisu Sejarah Pahlawan Melayu

Wisata sejarah perigi Hang Tuah di Lingga berlokasi di Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Wisata Perigi Hang Tuah di Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga. Jadi salah satu wisata bersejarah di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. 

"Mandi safar ini dimeriahkan oleh anak-anak yang mandi beramai-ramai," ujarnya.

Sementara Bupati Lingga diwakili Asisten III bidang administrasi umum, Siswandi menceritakan sejarah singkat tradisi ritual mandi, safar yang menjadi bagian tradisi pada kalangan Istana Raja Lingga pada zaman dahulu.

“Pemerintah Kabupaten Lingga sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mendukung penuh pelaksanaan ini yang juga merupakan tradisi budaya Melayu Kabupaten Lingga secara turun-temurun," kata Siswandi.

Selesai melaksanakan pemandian safar secara simbolis kepada beberapa anak-anak dimasjid Al Hidayah, rombongan Asisten III dijamu makanan khas Melayu Lingga Nasi Dagang yang berbungkus daun pisang.

Usai menyantap makanan yang dihidangkan, rombongan bergerak menuju sungai untuk kembali melanjutkan tradisi mandi safar yang dimeriahkan oleh anak-anak yang bergembira menyambut acara tahunan ini.

Air yang dimandikan diletakkan daun yang bertuliskan ayat-ayat suci Al-Quran, yang bermakna untuk menolak diri dari berbagai mala petaka dan fitnah-fitnah yang tidak diinginkan.

TEMPAT Wisata Diserbu Warga

Tradisi bulan safar kembali disambut masyarakat Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Baca juga: Benan Island Resort Jadi Penambah Daya Tarik Wisata Lingga, Ini Harapan Nizar

Baca juga: Pariwisata Lingga Mulai Bergeliat di Tengah Pandemi dengan Hadirnya Benan Island Resort

Selain makan bersama di pagi hari dan mandi safar, masyarakat juga memeriahi bulan Safar 2021 ini dengan menikmati wisata di wilayah setempat, Rabu (6/10/2021).

Setidaknya ada ratusan warga di seluruh wilayah Lingga yang berbondong-bondong mengisi waktu bulan Safar itu di tempat wisata.

Biasanya tradisi dilakukan setiap Rabu terakhir di bulan Safar.

Dalam pantauan TribunBatam.id, salah satu tempat wisata di Lingga Pantai Sunset di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat tampak padat pengunjung melebih biasanya.

Dari luar area, tampak kendaraan membludak hingga memadati lokasi.

Kegiatan di wisata itu pun diisi dengan berkumpul keluarga, makan bersama, hingga mandi di air laut sebagai indentiknya tradisi safar.

Pengunjung yang datang merupakan warga lokal dan juga warga luar Desa Sungai Buluh.

Selain itu di tempat wisata lain, Air Terjun Batu Ampar juga dipadati pengunjung yang berenang.

Baca juga: Kemenko Marves Bidik Potensi Desa Wisata di Natuna, Ini Reaksi Bupati dan Wabup

Baca juga: Maling Dua Kali Satroni Warung di Objek Wisata, Pemilik Bingung Barang Masih Utang

Pengelola tempat wisata batu Ampar, Arsak mengatakan, hari itu pengunjung cukup ramai melakukan Safar jika di bandingkan hari biasa.

"Kalau hari biasa ada juga yang datang, tapi bisa di hitung jumlah yang datang, beda sama hari ini pengunjung yang datang terbilang cukup ramai," kata Arsak.

Arsak juga mengungkapkan, sebelumnya dalam masa PPKM Batu Ampar sendiri dilarang buka bagi pengunjung.

Namun, sudah ada pelonggaran terhadap aturan itu.

"Ahamdulilah, momen Safar di masa pandemi ini pengunjung berdatangan, bisa juga membantu pemulihan ekonomi pedagang," ujarnya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Wisata Lingga

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved