Breaking News:

Distributor Sembako Dipanggil Disperindag, Antisipasi Linjakan Harga saat Musim Utara

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mulai mewaspadai kondisi angin utara yang berpotensi menurunkan jumlah stok bahan makanan

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Monitoring dan Evaluasi (Monev) protkes di Pasar Mustafa Batam Center, Minggu (22/11/2020) lalu.  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setiap masuk musim utara, kebutuhan sembako di Kota Batam sering menjai langka.

Hal ini dikarenakan Batam merupakan wilayah kepulauan.

Artinya, pasokan sembako ke Kota Batam melalui jalur laut.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mulai mewaspadai kondisi angin utara yang berpotensi menurunkan jumlah stok bahan makanan pokok atau sembako di Batam.

Salah satu upaya antisipasi tersebut yakni dua bulan sebelum masa angin utara, Disperindag sering melakukan pengawasan terhadap bahan pokok yang masuk ke Kota Batam.
Melalui luar wilayah Kota Batam.

"Kita sudah panggil pihak distributor kita karena menyangkut kebutuhan barang pokok di Batam. Kami sudah silahturahmi juga dengan Bea Cukai yang baru di mana memprioritaskan kebutuhan barang pokok agar dimudahkan. Alhamdulillah terjawab oleh Bea Cukai Batam," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, Rabu (13/10/2021).

Diakuinya memang ada sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga. Namun menurutnya kenaikan tersebut tidak terlalu berpengaruh.

Bahkan, lanjut dia, Kamis (14/10/2021) pihaknya kembali rapat dengan para distributor di Lim Kopi Batam Center.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, saat ini akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kepri.

Mengenai indikator kenaikan inflasi yang dipengaruhi oleh harga bahan pokok terutama hasil pertanian.

Hal serupa juga diakuinya sudah dilakukan, saat adanya kenaikan harga bahan pokok cabai di pasaran.

"Kita akan bahas lagi dengan Disperindag. Kemarin juga saat cabai naik, hal ini menjadi konsen kita dan Disperindag langsung menghubungi para pengusaha cabai yang ada di Sumatera dan Jawa," ujar Ansar saat ditemui di Graha Kepri, Senin (4/10/2021) lalu.

Ditanyakan mengenai solusi jangka panjang menekan angka inflasi tersebut, Ansar juga mengutarakan juga akan mendorong para petani lokal dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah Kepri.

Selain itu, salah satu pilihan lainnya adalah kemungkinan untuk membuka kembali kerjasama dengan para pengusaha di Jambi, yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Pemprov Kepri.

"Kalau memang memungkinkan akan kita jalani kembali kerjasama dalam sektor suplai produk pangan. Tapi kita juga fokus untuk mendorong sektor pertanian di Kepri terlebih dahulu," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Roma Uly Sianturi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved