Breaking News:

Benarkan Ada Gelombang Ketiga Covid-19? IDI Menjawab, Epidemiolog Jelaskan Kondisi Indonesia

Prediksi tentang gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia masih terus membayangi. Mutasi corona akan memunculkan varian baru dan diprediksi berbahaya...

FREEPIK
Benarkan Ada Gelombang Ketiga Covid-19? IDI Menjawab, Epidemiolog Jelaskan Kondisi Indonesia. Foto hanya ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Prediksi tentang gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia masih terus membayangi.

Di atas kertas dan hitung-hitungan angka, kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah mulai menurun.

Namun bayang-bayang gelombang ketiga masih menghantui, terlebih saat masyarakat terlena dan lalai prokes.

Seperti diketahui, semakin banyak penularan Covid-19 membuat virus SARS-CoV-2 semakin cepat dan mudah bermutasi, sehingga dapat membentuk varian-varian baru.

Munculnya mutasi itulah yang dikhawatirkan memicu munculnya varian lebih berbahaya daripada varian Delta, yang saat ini ada dan sudah menyerang banyak negara.

Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Mahesa Paranadipa Maikel MH mengatakan, hingga kini belum ada prediksi pasti gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia.

Tetapi ia menyatakan, pemerintah dan masyarakat bisa belajar dari kejadian-kejadian peningkatan kasus Covid-19 sebelum-sebelumnya.

Baca juga: WASPADALAH! Covid-19 di Batam Mulai Masuk Gelombang Ketiga

Baca juga: Hadapi Gelombang Ketiga, Malaysia Laporkan Rekor Kasus Covid-19 Harian dengan 871 Infeksi

"Jadi kami sampaikan ini bukan prediksi IDI, tapi kami menggunakan beberapa prediksi yang disampaikan pakar-pakar, yaitu prediksi gelombang ketiga itu di akhir tahun (2021)," kata Mahesa dalam Media Briefing bersama Tim Mitigasi IDI: Strategi Kesiapan Gelombang Ketiga, Selasa (12/10/2021).

Mahesa melanjutkan, IDI tidak bisa memprediksikan secara pasti kapan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia akan terjadi.

Untuk diketahui, penularan Covid-19 masif di masyarakat terjadi saat libur panjang, karena meningkatnya mobilitas atau pergerakan, berkerumun dan lalai terhadap berbagai protokol kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved