Breaking News:

PT BAI Ekspor Perdana Alumina Senilai Rp 110 Miliar, KEK Galang Batang Berhasil Menjadi Pelopor

PT BAI sukses untuk pertama kalinya melakukan ekspor perdana dengan menggunakan dokumen PPKEK berupa Sandy Calcined Mettalurgical Grade Alumina sebera

Editor: Eko Setiawan
Istimewa
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Berhasil Menjadi Pelopor Penerapan Pemberitahuan Pabean KEK (PPKEK). Hal ini sesuai dari Arahan Menteri Keuangan terkait Program Pemulihan Ekonomi Nasional. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.idKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Berhasil Menjadi Pelopor Penerapan Pemberitahuan Pabean KEK (PPKEK).

Hal ini sesuai dari Arahan Menteri Keuangan terkait Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Akhmad Rofiq, Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau mengatakan, DJBC hadir untuk menguatkan koordinasi antar unit-unit internal dan kolaborasi dengan unit eksternal dalam menjaring program dan client potensial guna menggerakan ekspor.

"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan Lembaga Nasional Single Window (LNSW) bersinergi untuk membangun tools berupa sistem aplikasi Pemberitahuan Pabean KEK (PPKEK) agar kegiatan ekspor-impor di Kawasan Ekonomi Khusus dapat berjalan efektif dan efisien," sebutnya.

Baca juga: Ayu Ting Ting Ungkap Sosok Kekasih: Besok Pacarku Birthday

Baca juga: Nilai Ekspor - Impor dari Batam hingga Juli 2021 Naik

Selain Trade Facilitator yang merupakan salah satu fungsi utama DJBC, Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau telah melakukan Industrial Assistance secara kontinu kepada PT. Bintan Alumina Indonesia (PT. BAI).

Hal ini dilakukan agar dapat bersaing di pasar internasional, serta menciptakan iklim perdagangan yang lebih kondusif.

PT BAI sukses untuk pertama kalinya melakukan ekspor perdana dengan menggunakan dokumen PPKEK berupa Sandy Calcined Mettalurgical Grade Alumina seberat ±20.000 (Dua Puluh Ribu) ton dengan nilai ±Rp110 (Seratus Sepuluh) Miliar.

Kegiatan ekspor pertama PT BAI ini dihadiri langsung oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Peraturan Perpajakan I, Direktorat Efisiensi Proses Bisnis, Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, dan KPPBC TMP B Tanjungpinang.

"Kedatangan kami kesini untuk menyaksikan langsung, dan ini akan menjadi sejarah karena ekspor pertama dengan jumlah besar," sebutnya.

Dikatakannya, dari tiga KEK (KEK Galang Batang, KEK Kendal, dan KEK Sei Mangkei) yang ditunjuk oleh Dewan Nasional KEK untuk piloting penerapan PPKEK, KEK Galang Batang dengan nilai investasi yang diperkirakan akan meningkat menjadi Rp17 Triliun pada akhir tahun ini. Dan ini tentunya menjadi keberhasil menjadi pelopor penerapan PPKEK.

Sementara itu, Kepala KPPBC TMP B Tanjungpinang, Syahirul Alim, berharap investasi besar dan keberadaan PT BAI ini dapat bermanfaat, memberikan feedback atau dampak positif bagi masyarakat khususnya masyarakat pulau bintan dan Kepri.

"Keberhasilan KEK tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah. Sesuai dengan Undang Undang Cipta Kerja, diharapkan pelayanan investasi dapat lebih cepat dan sederhana," sebutnya.

Dengan adanya kegiatan ekspor perdana PT BAI, diharapkan dapat meningkatkan minat para pelaku usaha lain untuk menginvestasikan usahanya di Indonesia khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved