CORONA KEPRI
RSKI Galang Batam Pulangkan 59 Pasien, Kini Tinggal Rawat 165 Orang
Jumlah pasien covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kamis (14/18/2021) tinggal 165 orang.
Penulis: Beres Lumbantobing |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setelah sempat meroket, jumlah pasien covid-19 di RSKI Galang Batam akhirnya turun.
Jumlah pasien covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kamis (14/18/2021) tinggal 165 orang.
Hari ini ada sebanyak 59 orang pasien covid-19 yang dipulangkan.
Pemulangan pasien itu dikarenakan telah dinyatakan selesai menjalani masa perawatan karantina.
Kepala penerangan Kogabwilhan-I kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangannya Kamis (14/10/2021) mengatakan jumlah pasien di RSKI mengalami penurunan.
"Iya, hari ini ada pemulangan 59 orang pasien covid-19. Mereka telah dinyatakan selesai masa karantina covid-19," ujarnya.
Artinya dengan adanya pemulangan 59 orang pasien hari ini, RSKI Galang kini tinggal merawat 165 pasien covid-19.
Kolonel Aris merincikan dari total 165 pasien rawat di antaranya 97 pria dan 68 wanita.
Ia menyebutkan sejak RSKI Galang mulai merawat pasien covid-19, sudah ada sebanyak 16.915 orang yang pernah menjalani perawatan.
Update Kasus Covid-19 Kepri
Sementara itu, Dua kabupaten di Provinsi Kepri terpantau nihil penambahan pasien sembuh corona.
Berdasarkan data satgas covid-19 Kepri hingga 13 Oktober 2021, terdapat 20 penambahan pasien sembuh corona.
Dari jumlah itu, Kota Tanjungpinang tercatat paling banyak pasien sembuh corona baru dengan 12 orang.
Kemudian Kota Batam dan Kabupaten Karimun dengan 3 pasien sembuh corona baru.
Disusul Kabupaten Natuna dan Lingga masing-masing satu pasien sembuh corona.
Hanya Kabupaten Bintan dan Kabupaten Kepulauan Anambas yang nihil penambahan pasien sembuh corona di Kepri.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri, Lamidi menyampaikan, penambahan 20 pasien sembuh corona di Kepri membuat total pasien sembuh dari covid-19 menjadi 51.910 orang.
Sementara jumlah kasus aktif covid-19 di Kepri tercatat 120 orang.
Lamidi juga menyampaikan, untuk tamabahan kasus terkonfirmasi ada 8 orang dengan total keseluruhan 53.780 orang.
"Batam, Tanjungpinang, dan Bintan masing-masing 1 orang, dan 5 orang lagi di Natuna," sebutnya.
Pj Sekdaprov Kepri ini juga merinci jumlah positivity rate per 11 Oktober 2021.
Tanjungpinang ada di 0.84 persen, Batam 0.10 persen, Bintan 0.57 persen, Karimun 1.37 persen, Lingga 0.45 persen, Kep. Anambas 0.27 persen, Natuna 0.76 persen.
"Terhadap peta risiko, sampai saat ini seluruh Kabupaten/Kota di Kepri pada zona kuning," ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa selalu menerapkan protokol kesehatan.
"Tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat," imbaunya.
Gubenur Kepri, Ansar Ahmad mengingatkan, walapun Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Kepri satu, mobilitas masyarakat juga harus dikontrol.
"Kami iimbau agar mobilitas masyarakat jangan tinggi. Bila mobilitas tinggi, dikahwatirkan memicu kenaikan lagi," ujarnya, Senin (11/10/2021) lalu.
Upaya yang dilakukan Pemprov Kepri hingga saat ini terhadap hasil level 1 tentu menggesa vaksinasi.
"Kami terus memperbesar percepatan vaksinasi. Seperti besok yang akan kita lakukan dalam kunjungan Bapak Panglima TNI ke daerah kita," ujarnya.
Ditanyakan, bagaimana dengan 3 T( Treaking, Treacing, dan Tratment)?
"Hal itu wajib tetap dilakukan, terutama dalam tracingnya. Satu orang yang terkonfirmasi harus 15 orang minimal dilakukan tracingnya," ucapnya.
NASIB PPKM di Kepri
Satgas covid-19 Kepri sebelumnya buka suara terkait pernyataan Bupati Karimun Aunur Rafiq yang menyebut daerahnya PPKM level 1.
Selain Karimun, Rafiq menyebut jika daerah lain seperti Kota Batam dan Tanjungpinang serta Kabupaten Bintan dan Kabupaten Natuna berstatus PPKM level 1.
Sementara yang masih PPKM level 2 yakni Kabupaten Lingga serta Anambas.
Bupati Karimun mengungkap, kabar ini ia terima langsung dari Sekdaprov Kepri berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sementara berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021 yang berlaku mulai 5 hingga 18 Oktober 2021, baru Kota Tanjungpinang yang berstatus PPKM level 1.
Sementara Kota Batam, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga serta Anambas berstatus PPKM level 2.
Hanya Kabupaten Natuna yang berstatus PPKM level 3.
Kondisi ini berlaku hingga 18 Oktober 2021.
Juru bicara Satgas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana menjelaskan, jika benar apa yang disampaikan Bupati Karimun.
Menurutnya, hal tersebut berdasarkan evaluasi harian.
"Mudah-mudahan kita dapat terus mempertahankannya bahkan berharap dapat lebih baik hingga evaluasi berikutnya pada minggu depan yang disampaikan pemerintah pusat," ujarnya, Rabu (13/10/2021).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri ini mengatakan, ada 3 penyebab PPKM di daerah Kepri turun level.
Pertama disiplin protokol kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat kepri semakin baik, terutama penggunaan masker.
"Kedua keberhasilan vaksinasi kepri yang saat ini sudah melebihi 83 persen untuk dosis 1 sangat mendukung menurunnya transmisi penyebaran covid19," sebutnya.
Terakhir, dukungan semua pihak dalam mendukung kebijakan pemerintah, misalnya seperti pemeriksaan rapid test antigen dipelabuhan bagi penumpang kapal laut.
"Walaupun saat ini sudah tidak menjadi persyaratan, cukup dengan menunjukan 2 kali vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi," ucapnya.(TribunBatam.id/Beres Lumbamtobing/Endra Kaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07072021rski-galang-batam.jpg)