Breaking News:

BATAM TERKINI

Hampir Separuh Penduduk Batam Tak Miliki Akta Kelahiran, Ini Kata Kepala Disdukcapil

Dari 1,2 juta jiwa penduduk di Batam, baru 50,88 persen yang punya akta kelahiran. Sisanya, 49,12 persen belum punya. Simak fungsi akta kelahiran

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Hampir Separuh Penduduk Batam Tak Miliki Akta Kelahiran, Ini Kata Kepala Disdukcapil. Foto Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam Heryanto 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dari sekitar 1,2 juta jiwa penduduk di Kota Batam saat ini, ternyata baru sekitar 50,88 persen saja yang sudah memiliki akta kelahiran.

Sedangkan sisanya sekitar 49,12 persen masih belum memiliki akta kelahiran. Padahal sesuai program pemerintah, seluruh warga di Indonesia harus memiliki akta kelahiran.

“Sesuai data yang kami miliki, hingga semester I tahun 2021, jumlah pemilik akta kelahiran di Batam masih 50,88 persen atau 595,116 orang.

Sementara yang belum berjumlah 574.532 atau 49,12 persen dari jumlah penduduk Batam," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam Heryanto, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, setiap warga negara wajib memiliki akta kelahiran sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 69 tahun 2012, terkait standar pelayanan minimal bidang pemerintahan dalam negeri di kota/kabupaten.

Akte kelahiran ini bermanfaat sebagai wujud pengakuan negara atas status identitas individu, status kependudukan dan status kewarganegaraan.

Selain itu akte kelahiran juga sebagai dokumen persyaratan pendaftaran pendidikan mulai dari tingkat dini (TK) sampai perguruan tinggi. Sebagai dokumen persyaratan melamar pekerjaan, termasuk menjadi PNS, Anggota TNI dan POLRI.

Baca juga: 217 PMI Tiba di Batam dari Singapura dan Malaysia Jumat, 1 di Antaranya Terpapar Covid

Baca juga: Bioskop CGV Park Avenue Batam Kembali Buka, Aplikasi PeduliLindungi Jadi Tiket Masuk

Sebagai dasar pembentukan NIK dan persyaratan pembuatan KTP dan KK serta sebagai dasar legalitas penentuan hubungan ahli waris.

“Memiliki akta kelahiran ini sudah wajib. Karena akte kelahiran ini nantinya sangat dibutuhkan. Begitu juga dengan sekolah atau mencari pekerjaan harus memiliki akta kelahiran,” terangnya.

Heryanto melanjutkan, saat ini pengurusan akta bagi yang telat lebih dari setahun, tidak harus ada penetapan dari Pengadilan Negeri. Melainkan langsung bisa ditangani tanpa ada putusan.

Adapun syarat mengurus akta lahir ini adalah Surat asli keterangan dari dokter, bidan, penolong kelahiran. Surat nikah/akta perkawinan orangtua, fotokopi KK dan KTP orangtua serta identitas saksi pelaporan kelahiran.

"Bagi warga yang belum mengurus akta lahir kita sarankan mengurus akta lahir ini. Kepengurusan akta lahir dan lainnya kita buka setiap hari setiap jam kerja," tutupnya.

Sementara itu Kabid Pelayanan dan Pencatatan Sipil Disdukcapil Batam, Gita Malinda mengatakan, untuk saat ini warga yang mengurus akta lahir rata-rata berjumlah 130 orang per harinya.

Sementara mereka yang mengurus akta kematian 50 orang per hari dan akta kawin dan cerai rata-rata sekitar 50 orang setiap hari.

"Paling banyak itu akta lahir, rata-rata ada 130 orang per harinya," ujar Gita.

(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved