Breaking News:

OTT KPK Seret Bupati Dodi Reza Alex Noerdin Berikut ASN, Tangkap Kadis PUPR di Rumah Ibadah

KPK menemukan uang tunai Rp 1,7 Miliar lebih dari OTT yang menyeret Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.

TribunBatam.id/Istimewa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan uang tunai barang bukti OTT terhadap Bupati Musi Banyuasin berikut 4 oknum ASN dalam ungkap kasus di Jakarta, Sabtu (16/10/2021). 

TRIBUNBATAM.id - Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi ( OTT KPK) yang menyeret Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin berikut sejumlah oknum ASN memunculkan fakta baru.

Terdapat uang tunai lebih dari Rp 1,7 Miliar dari OTT KPK yang dilakukan di dua lokasi itu.

Selain di Kabupaten Musi Banyuasin, OTT juga dilakukan di Jakarta.

Tempat Bupati Musi Banyuasin sekaligus anak mantan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin berada saat itu.

Dari OTT terhadap Dodi Reza Alex Noerdin, penyidik KPK menemukan uang suap Rp 1,5 miliar.

Sementara uang tunai Rp 270 juta di Kabupaten Musi Banyuasin.

OTT KPK ini berlangsung sejak Jumat (15/10).

Baca juga: Bupati Musi Banyuasin Kena OTT KPK, Punya Mobil Porsche, Harta Tembus Rp 38,4 Miliar

Baca juga: KPK Sita Uang Rp 1,7 Miliar terkait OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Satu tersangka lainnya bahkan ditangkap saat berada di salah satu rumah ibadah.

Operasi pertama saat penyidik KPK melakukan OTT pada Kadis PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM) di salah satu rumah ibadah di Kabupaten Musi Banyuasin.

Di sana penyidik menyita uang yang dibungkus kantong plastik hitam sebesar Rp 270 juta.

Uang itu diserahkan oleh Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH), kepada Bupati Dodi Reza Alex Noerdin melalui Herman dan Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin, Eddi Umari (EU).

Pengintaian para tersangka dilakukan berdasarkan data transfer melalui transaksi perbankan.

"Berdasarkan data transaksi perbankan diperoleh informasi adanya transfer uang yang diduga berasal dari perusahaan milik SUH kepada rekening bank milik satu keluarga EU," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta seperti dikutip Tribunnews.com, Sabtu (16/10/2021).

Uang tersebut diketahui masuk ke rekening keluarga Eddi Umari lalu dilakukan tarik tunai untuk kemudian diserahkan kepada Eddi Umari.

Baca juga: Novel Baswedan Kembali di Tantang KPK, Jika Tahu Orang Dalam Aziz Syamsuddin di KPK Segera Melapor

Baca juga: 12 Tersangka Korupsi Proyek Masjid Raya Sriwijaya Palembang, Kerugian Negara Rp 130 M

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved