Kamis, 23 April 2026

Setelah Bali, Gempa Bumi Guncang Kota Pagaralam Hingga 2 Kali

Gempa yang terjadi di Pagaralam, Sumatra Selatan diketahui pernah terjadi pada Agustus 2021.

ist
Kota Pagaralam diguncang gempa, Sabtu (16/10/2021). Kejadian alam ini sebelumnya terjadi pada Agustus 2021. foto ilustrasi gempa bumi. 

PAGARALAM, TRIBUNBATAM.id - Kota Pagaralam, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) diguncang gempa, Sabtu (16/10/2021).

Gempa yang terjadi sekira pukul 06.17 WIB itu membuat sejumlah warga panik.

Ini karena gempa muncul selama dua kali berturut-turut.

Pusat gempa bumi diketahui berpusat di Kabupaten Kaur Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan data dari situs BMKG kekuatan gempa berada di 5 SR dengan kedalaman 17 meter dipermukaan laut.

Meskipun titik gempa berjarak 104,6 kilometer dari Kota Pagaralam, namun getarannya sangat dirasakan warga Pagaralam.

Baca juga: Gempa M 8,1 di Alaska Picu Peringatan Tsunami, Warga Diminta Naik ke Bukit

Baca juga: Kondisi Terkini Yogyakarta usai Diguncang Gempa, Belasan Rumah Rusak

Seorang warga Pagaralam, Heni mengatakan, dirinya langsung berlari keluar rumah saat merasakan adanya gempa bumi tersebut.

"Saya sedang menyiapkan sarapan, tiba-tiba rumah bergoyang. Melihat ini saya langsung membawa anak-anak keluar rumah untuk mengantisipasi jika gempanya besar," ujar wanita 33 tahun seperti dikutip Sripoku.com.

Gempa bumi dari Bengkulu memang sering sekali terjadi dan selalu dirasakan di Kota Pagaralam.

Hal ini kadang membuat warga cemas.

Pasalnya warga khawatir gempa berasal dari aktivitas Gunung Api Dempo (GAD).

Gempa sebelumnya pernah terjadi pada 2 Agustus 2021.

Petugas pos pantau memastikan sumber gempa bukan berasal dari Gunung Dempo.

Gempa berskala 4,8 skala Richter itu tak berpotensi tsunami.

GEMPA di Bali

Sebelum di Pagaralam, gempa bumi sebelumnya terjadi di Karangasem, Bali.

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo M 4,8 itu terjadi pada pukul 04.18 Wita, Sabtu 16 Oktober 2021.

Berdasarkan hasil analisi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) episenter gempa hari ini di Bali terletak pada koordinat 8,32 LS dan 115,45 BT.

Lokasi tepat Gempa Bali ini berada di darat pada jarak 8 km arah barat laut Karangasem, Bali dengan kedalaman hiposenter 10 km.

Berikut beberapa fakta tentang gempa Karangasem, Bali yang menimbulkan kerusakan hingga korban jiwa ini seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: Tsunami Usai Gempa Guncang Maluku Tengah, Warga Mengungsi Berlarian ke Pegunungan

Baca juga: GEMPA HARI INI - Gunungkidul Diguncang Gempa 5,3 SR, Terasa hingga Klaten dan Wonosobo

1. Sumber Gempa Karangasem Bali

Dengan memperhatikan bentuk gelombang seismik (waveform) yang tercatat pada sensor gempa Karangasem (KHK) tampak adanya gelombang geser (shearing) yang nyata dan kuat, menunjukkan aktivitas gempa ini adalah gempa tektonik.

Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono Msi mengatakan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di wilayah Rendang, Karangasem.

"Memperhatikan mekanisme sumber Gempa Bali M 4,8 yang merusak pagi ini, tampak bahwa gempa yang terjadi diakibatkan oleh aktivitas sesar/patahan aktif lokal, bukan akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Aec Thrusting)," kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, meski ada dugaan karena lokasi episenter di kompleks Gunung Api Agung-Batur bisa jadi ada kaitan dengan migrasi magma yang mentrigger aktivtas sesar lokal.

2. Wilayah Terdampak

Dampak gempa Karangasem berupa guncangan berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di wilayah Karangasem, Denpasar, dan Lombok Utara dalam skala intensitas IV MMI.

Sedangkan, masyarakat di Negara, Tabanan, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur merasakan getaran akibat guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI.

Baca juga: BMKG Waspadai Potensi Tsunami Akibat Gempa di Maluku Tengah, Minta Warga ke Tempat Tinggi

Baca juga: Gempa Bumi 5,9 SR Guncang Kupang, NTT Rabu (15/1/2020) pukul 14.55 WIB

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shake map) gempa utama (mainshock) magnitudo 4,8 yang terjadi pada pukul 04.18 Wita menggambarkan sebaran guncangan gempa Karangasem di Bali ini cukup luas mencapai Banyuwangi di barat dan seluruh Pulau Lombok di timur.

3. Dampak Gempa Susulan

Hingga pukul 07.30 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 3 aktivitas gempa susulan atau aftershock.

Masing-masing dengan magnitudo M 3,8 yang dirasakan di Karangasem dengan intensitas III MMI, serta M 2,7 dan M 1,7.

Sehingga, peta tingkat guncangan (shace map) gempa susulan (aftershock) menunjukkan magnitudo 3,8 yang terjadi pukul 04.22 Wita menggambarkan sebaran guncangan mencakup Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, Buleleng, Badung, Denpasar, dan Tabanan.

Daryono mengatakan, antara kejadian gempa utama dan gempa susulan hanya berselang singkat sekitar 4 menit.
"Saking kuatnya guncangan gempa banyak warga yang terbangun dari tidur dan lari berhamburan ke luar rumah," kata dia.

4. Dampak Kerusakan Gempa Karangasem

Gempa Karangasem pagi ini menimbulkan kerusakan bangunan di berbagai tempat di Kabupaten Karangasem dan sekitarnya.

Dampak ikutan yang dipicu gempa Bali ini dilaporkan menyebabkan korban jiwa akibat tertimbun tanah longsor di Desa Trunyan, Kintamani.

Satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa runtuhan bangunan.

5. Dampak Ikutan Gempa Karangasem

Gempa Rendang Karangasem ini, kata Daryono, tidak hanya berdampak menimbulkan kerusakan bangunan rumah, tetapi gempa juga memicu dampak ikutan lainnya (collateral hazard).

Baca juga: Warga Natuna Gempar, Puncak Gunung Ranai Longsor, Camat Sempat Kira Suara Guntur

Baca juga: Kisah Soekarno Perkenalkan Ideologi Pancasila ke Dunia, Gemparkan Sidang Umum PBB

Di antaranya seperti longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rockfall) di beberapa tempat.

Di kawasan pegunungan yang terdapat perbukitan dan tebing curam, dampak ikutan gempa Bali yang kuat berupa longsoran dan runtuhan batu lazim terjadi.

"Sehingga, efek topografi semacam ini patut diwaspadai saat dan pasca gempa," tegasnya.

6. Sejarah Gempa Besar Karangasem

Pusat gempa Karangasem pagi ini terletak di zona gempa swarm Kompek Gunung Agung dan Gunung Batur, lokasi gempa yang sama pernah terjadi pada tahun 2017.

Gempa swarm yang terjadi pada bulan September-Oktober 2017 memiliki magnitudo terbesar M 4,2.

Selanjutnya, sejarah gempa Bali juga mencatat, pada 8 November 2017, terjadi gempa Bali paling kuat dengan magnitudo M 4,9 yang juga menimbulkan kerusakan ringan.(TribunBatam.id) (Sripoku.com/Wawan Septiawan) (Kompas.com/Ellyvon Pranita)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Gempa

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved