Presiden Jokowi Minta Setop BUMN Andalkan APBN, Bagaimana Faktanya?
Presiden Jokowi sampai dibuat geram dengan sejumlah BUMN yang hanya mengandalkan APBN untuk menyelamatkan kondisi perseroan.
JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Presiden Jokowi bahkan sampai geram dan menyebut untuk menutup BUMN yang tidak menunjukkan performa.
Serta hanya dibantu dan mengandalkan Penyertaan Modal Negara (PMN).
Menurutnya, sejumlah BUMN dianggap terlalu sering mendapat proteksi hanya untuk menyelamatkan kondisi perseroan.
Kondisi ini menurutnya tidak hanya mengurangi nilai-nilai profesionalisme.
Tapi juga menghilangkan 'taring' BUMN.
Baca juga: Menteri BUMN Dalam Waktu Dekat Akan Bubarkan 2 Perusahaan Milik BUMN, Ini Alasannya
Baca juga: Presiden Jokowi Tak Mau Setelah PON Papua Sejumlah Venue Sepi dan Tak Terawat
Presiden Jokowi pun memerintahkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk tak lagi memberi proteksi kepada BUMN yang performanya menurun.
“Kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN ini kan banyak terlalu keseringan kita proteksi.
Sakit tambahi PMN, sakit suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali.
Kompetisi nggak berani, bersaing nggak berani, mengambil risiko nggak berani.
Ya bagimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan,” tegas Jokowi.
Kalau Pak Menteri sampaikan kepada saya, Pak ini ada perusahaan seperti ini kondisinya BUMN, kalau saya langsung tutup saja. Nggak ada diselamatkan.
Diselamatin bagaimana kalau sudah kayak gitu,” ujarnya dari sebuah video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden yang dikutip Kompas.com, Senin (18/10/2021).
Presiden Jokowi ingin agar perusahaan BUMN dapat go global.
Ia ingin sejumlah perusahaan pelat merah dapat bersaing di dunia Internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20-5-2021-presiden-jokowi.jpg)