Breaking News:

Tiga Hari Tak Pulang ke Rumah, Seorang Remaja di Batam Dinodai Pria Beristri

Seorang pria beristri di Batam berinisial KP ditangkap polisi di kawasan SP Plaza karena telah menodai anak di bawah umur. Korban 3 hari tak pulang

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Unit Reskrim Polresta Barelang gelar konferensi pers tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur, Senin (18/10/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang remaja putri di Batam menjadi korban nafsu bejat seorang pria yang telah beristri.

Belakangan diketahui, hubungan terlarang itu sudah dilakukan pelaku sebanyak 7 kali kepada korbannya yang masih anak di bawah umur.

Terungkapnya perbuatan asusila ini berawal saat korban meminta izin kepada orang tuanya untuk belajar kelompok di rumah temannya pada Jumat (1/10/2021).

Namun hari itu hingga 2 hari berikutnya, korban tak pulang ke rumah.

"Hingga malam dan terhitung tiga hari (3/10/2021) korban juga tidak pulang ke rumah, setelah pulang orang tuanya bertanya sudah kemana saja dan korban mengaku kepada ibunya bahwa telah dibawa menginap oleh pelaku di salah satu tempat penginapan di wilayah Pelita," ujar Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan saat konferensi pers, Senin (18/10/2021).

Ia melanjutkan, selama beberapa hari itu korban tidak diperbolehkan pulang oleh pelaku.

Korban diancam akan dipukul apabila memberitahukan kejadian yang dialaminya kepada orang lain.

Baca juga: Pengakuan Pria di Batam Tega Nodai Anak Kandung, Kesepian Jauh dari Istri Jadi Alasan

Baca juga: Seorang Bocah di Batam Dinodai Kerabatnya di Pos Kamling, Sang Ibu Histeris 

Mendapat laporan dari anaknya, orang tua korban melapor ke polisi. Hingga pelaku berinisial KP ditangkap Unit Satreskrim Polresta Barelang pada Kamis, (14/10/2021) di Kawasan SP Plaza, Batu Aji Kota Batam.

"Tersangka mengaku telah mengajak korban melakukan hubungan badan sebanyak 7 kali dan memberi uang sebesar Rp 150 ribu kepada korban," papar Reza.

Ditanyakan tentang status hubungan pelaku dan korban, Reza menyebutkan bahwa mereka berstatus pacaran.

"Ya pengakuannya status mereka berpacaran," katanya.

Adapun pasal yang dikenakan kepada pelaku, yakni pasal 81 ayat 1 UU No 17 Tahun 2016 atas perubahan kedua UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved