Breaking News:

Curhat Kepala Puskesmas di Batam Soal Layanan Kesehatan, Rerata SDM Jadi Kendala

Sejumlah kepala Puskesmas di Batam mengakui pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas masih belum sempurna.Penyebabnya mulai dari sarana hingga SDM

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Sejumlah Kepala Puskesmas se-Kota Batam menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Batam, bahas tentang pelayanan kesehatan, Selasa (19/10/2021). Dalam pertemuan itu, terungkap jika sejumlah puskesmas ada yang belum memiliki ambulans. Lokasi puskesmas ini berada di pusat kota Batam. 

Sebagai fasilitas kesehatan (faskes), puskesmas juga perlu memiliki jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang memadai.

Rata-rata tiap puskesmas memiliki 5 dokter, tetapi masih ada puskesmas yang hanya memiliki 4 hingga 3 dokter, seperti Puskesmas Tanjungbuntung, Puskesmas Sei Lekop, Puskesmas Mentarau, Puskesmas Kampung Jabi, Puskesmas Sambau dan Puskesmas Sei Langkai.

"Dokter kami 4 orang, perawat dan bidan masih kurang tetapi bisa kami berdayakan dari tenaga yang lain. Kami butuh perawat laki-laki untuk mengatasi keadaan darurat," ujar Kapus Sei Lekop, dr Erizal.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan, dokter, dan ambulans serta sopirnya sangat diperlukan. Terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Semasa pandemi, tugas dan beban nakes bertambah dengan adanya kegiatan tracing, dan testing, serta vaksinasi di Batam.

Berbagai kendala ini pun disampaikan dalam RDP di ruang rapat Komisi IV DPRD Batam. Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi.

Minta Siapkan Layanan UGD secara Maksimal

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam mendorong puskesmas di Batam mempersiapkan secara maksimal ketersediaan fasilitas, serta sumber daya manusia (SDM) untuk layanan Unit Gawat Darurat (UGD).

Menurutnya, untuk dapat menangani pasien dengan keadaan darurat dibutuhkan layanan UGD yang beroperasi dengan baik. Untuk itu, puskesmas harus jelas menginformasikan apakah layanan UGD-nya tersedia atau buka selama 24 jam guna menghindari adanya miskomunikasi.

"Di UGD itu harus ada dokter jaga, ada fasilitas yang memadai, dan juga kesiapan sarana penunjang lainnya seperti mobil ambulans.

Kalau puskesmas tidak siap, kami minta lebih baik tidak dibuka saja UGD, agar masyarakat dapat langsung menangani kondisi darurat secara cepat di tempat lain," jelas Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri, Selasa (19/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved