Breaking News:

BOCAH TENGGELAM DI BENGKONG

Kadinkes Batam Klarifikasi Penanganan Korban Tenggelam di Puskesmas Tanjungbuntung

Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi menerangkan kronologi penanganan korban tenggelam di Puskesmas Tanjunbuntung. Saat itu korban datang sudah meninggal

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Hening Sekar Utami
Kadinkes Batam Klarifikasi Penanganan Korban Tenggelam di Puskesmas Tanjungbuntung. Foto Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Buntut dugaan kasus kelalaian puskesmas dalam menangani korban tenggelam, Puskesmas Tanjungbuntung didatangi oleh pihak kepolisian, pada Selasa (19/10/2021).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi. Ia menjelaskan alasan ketidakhadiran Kepala Puskesmas Tanjungbuntung yang baru, Pra Reda Gusti, SKM, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kota Batam, di hari yang sama.

"Pihak Reskrim ke Puskesmas Tanjungbuntung. Tujuan mereka masih dalam rangka ingin mencari tahu kejadian sebenarnya seperti apa," ujar Didi.

Pada kesempatan rapat bersama DPRD Batam itu, Didi juga mengklarifikasi kronologi kejadian dugaan kelalaian di Puskesmas Tanjungbuntung tempo hari itu, Kamis (14/10/2021).

Menurut keterangannya, korban tenggelam di Pantai Tanjungbuntung Baru kala itu datang ke puskesmas sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Jadi, yang meninggal itu tiga orang. Satunya adalah yang meninggal dunia kemarin. Sudah dalam keadaan meninggal ketika sampai di puskesmas," ujar Didi.

Ketika sampai, pihaknya membenarkan memang hanya ada bidan yang berjaga. Bidan sempat memeriksa kondisi korban, dan ditemukan tanda-tanda kematian seperti pupil mata melebar dan nihil denyut nadi.

Baca juga: Seusai Dilantik Jadi Kepala Puskesmas Tanjung Buntung, Pra Reda-Suryati Langsung Sertijab

Baca juga: Begini Aktivitas di Puskesmas Tanjung Buntung Batam, Sehari Pasca Pergantian Kepala

Menurut Didi, sang bidan sudah mengetahui bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia. Namun dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memvonis hal tersebut. Keseluruhan kejadian di Puskesmas Tanjungbuntung tersebut berlangsung selama kurang lebih 25 menit.

"Memang kesalahan kami ada pada ketiadaan dokter jaga dan ambulans di puskesmas. Tetapi tidak benar kabar yang beredar bahwa korban meninggal karena kelalaian puskesmas, karena kondisinya death on arrival (DOA)," ujar Didi.

Diketahui, sehari pasca kejadian itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mencopot jabatan Kepala Puskesmas Tanjungbuntung pada Jumat (15/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved