Breaking News:

Suami Bunuh Istri di Batam Minta Keringanan Hukuman, Dituntut 15 Tahun Penjara

Andri Ari, terdakwa kasus pembunuhan istrinya di Batam, Mei lalu, meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim. Ia dituntut JPU 15 tahun penjara

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id
Terdakwa Andri Ari (pojok kanan atas) saat menjalani sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi), Selasa (19/10/2021). Andri dituntut 15 tahun penjara oleh Kejaksaan Negeri Batam karena menghilangkan nyawa istrinya sendiri pada Mei 2021 lalu 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Terdakwa kasus pembunuhan terhadap istri sendiri di Batam, Andri Ari (36) meminta keringanan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Batam.

Hal ini terungkap saat sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) terdakwa digelar, Selasa (19/10/2021).

Sebelumnya, Andri dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 15 tahun penjara atas perbuatannya menghilangkan nyawa orang lain, yang tak lain istrinya sendiri.

Kepada hakim, Andri mengaku bahwa orangtuanya saat ini tengah sakit-sakitan.

"Lalu terdakwa juga punya anak yang masih kecil-kecil. Jadi dia [Andri] minta keringanan," ungkap JPU, Herlambang Adhi Nugroho saat dikonfirmasi Tribun Batam seusai sidang ihwal alasan terdakwa meminta keringanan.

Kendati demikian, Herlambang menyebut jika pihaknya tetap pada tuntutan yakni 15 tahun penjara.

"Kami tetap pada tuntutan. Minggu depan putusan dibacakan," tegasnya.

Baca juga: Pembunuhan di Batam, Suami yang Cekik Istri hingga Tewas Dituntut 15 Tahun Penjara

Baca juga: Pembunuhan di Batam, Hakim Vonis Hanani Hananto 20 Tahun Penjara, Sama dengan Tuntutan JPU

Sebelumnya diberitakan, JPU Kejaksaan Negeri Batam menuntut terdakwa kasus pembunuhan di Kabil, Kecamatan Nongsa, Andri Ari (36) dengan hukuman 15 tahun penjara.

Tuntutan itu sudah dipertimbangkan betul oleh JPU. Baik hal-hal memberatkan ataupun yang meringankan.

Dalam dakwaan primair terungkap, kejadian nahas ini berlangsung pada Rabu (26/5/2021) silam sekira pukul 12 malam.

Setelah melakukan hubungan suami istri, terdakwa dan korban, Dewi Permata Sari, sempat berbincang-bincang terlebih dulu sebelum akhirnya Andri menghilangkan nyawa istrinya sendiri.

Selama perbincangan itu, Andri merasa curiga dengan perilaku istrinya selama ini. Sehingga, ia terus melemparkan pertanyaan kepada Dewi dan membuat korban merasa tidak senang.

Akibat terus merasa dipojokkan, korban pun emosi dan mencakar terdakwa di bagian tangan dan dada.

Akibat tindakan korban tersebut, emosi Andri pun ikut meledak dan langsung menduduki korban di antara perut dan pahanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved