Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Inal Koto Merantau ke Batam, Jadi Pengantar Air Galon hingga Kerja Serabutan

Masih banyak perantau yang menjadikan Batam sebagai tujuan untuk mengubah nasib. Hal ini yang diakui Inal Koto asal Padang. Simak kisahnya di sini

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/ichwan nur fadillah
Inal Koto, perantau asal Kota Padang, Sumatera Barat di Batam 

"Ya kita harus bersyukur. Masih ada yang tak seberuntung saya, jadi alhamdulillah saja," imbuhnya.

Pandemi Covid-19 pun ikut memberikan imbas ke pendapatan Inal. Sehingga, ia pun belum bisa mengirimkan uang kepada kedua orangtuanya dua tahun belakangan.

Padahal, ia ingin sekali membahagiakan mereka. Apalagi perekonomian ketiga saudaranya juga tak terlalu stabil.

"Lima tahun saya belum pulang. Saya rindu kampung, tapi mau bagaimana. Uang tak cukup untuk membawa saya ke kampung halaman. Belum lagi desakan untuk menikah. Saya hanya bisa berdoa," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Dalam hati, ia berharap, bisa membuka usaha sendiri nantinya.

Bak kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Sehingga, ia tak pernah merasa pesimis kendati dunia belum berpihak kepadanya.

Yang Inal yakini, hidup ibarat rangkaian doa yang panjang. Tetap menengadah harapan kepada Tuhan walaupun tuntutan hidup terus datang.

"Saya berhenti sekolah saat umur 14 tahun atau SMP. Berbagai kerja pun sudah saya coba. Kuli bangunan, kerja katering sampai pasang tenda pelaminan.

Sebetulnya saya bermimpi untuk menjadi TNI. Tapi mau bagaimana, belum rezeki. Ibu saya berpesan, selagi masih sehat jangan pernah mengemis," pungkasnya.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved