Breaking News:

Tingginya Harga Rokok Membuat Orang Beralih ke Produk Ilegal

Direktur Eksekutif Indodata Danis Tri Saputra Wahidin mengungkapkan hasil survei, di mana sebanyak 23,24 persen perokok di Indonesia tidak memiliki pe

Editor: Eko Setiawan
tribunnews
Kandungan nikotin pada rokok 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Mengurangi kebiasaan merokok bagi perogok merupakan hal yang sangat berat dilakukan.

Melonjaknya harga rokok ternyata tidak membuat kasus pengguna rokok aktif berkurang.

Malahan, mereka yang tidak mampu membeli rokok mahal malah beralih ke produk ilegal.

Direktur Eksekutif Indodata Danis Tri Saputra Wahidin mengungkapkan hasil survei, di mana sebanyak 23,24 persen perokok di Indonesia tidak memiliki pendapatan. 

Dia mengatakan, berapa pun besarnya pendapatan seseorang tidak mempengaruhi keputusannya mengurangi kebiasaan merokok.

Naiknya harga rokok mendorong mereka beralih ke rokok ilegal (rokok tanpa pita cukai). 

Sementara itu, sebanyak 23 persen dari perokok tidak berpendapatan tersebut belum dapat teridentifikasi secara rinci, tapi kemungkinan mayoritas adalah pria. 

"Kalau melihat jenis kelamin, mayoritas laki-laki. Lalu, kalau cukai naik berkali-kali, dinaikan tinggi lagi, sehingga mereka akan konsumsi rokok ilegal dengan jumlah lebih banyak," ujarnya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (24/10/2021). 

Danis menjelaskan, kemungkinan juga para 'pengangguran' tersebut mendapatkan rokok resmi dari orangtua hingga pemberian ataupun memilih ilegal karena lebih murah 

"Beli di warung karena rokok-rokok ilegal murah. Bisa juga didapat dari orangtua, yang penting mereka merokok, bisa juga meminta," katanya. 

Dia menambahkan, dari survei pihaknya, rata-rata perokok paling banyak memiliki pendapatan Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta sebanyak 29,88 persen.

"Terbanyak pendapatan Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta pada posisi pertama dan Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta yakni 26,08 persen pada posisi kedua," pungkas Danis.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei: Naiknya Harga Rokok Mendorong Konsumen Beralih ke Produk Ilegal

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved